Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Kamis, 28/08/2008 08:28 WIB
ECB: Euro berpotensi menguat terhadap dolar AS
oleh : Berliana Elisabeth S.
NEW YORK (Bloomberg): Euro berpotensi menguat terhadap dolar AS untuk kedua harinya setelah European Central Bank (ECB) council member Axel Weber mengatakan diskusi mengenai kenaikan suku bunga sangat prematur.
Mata uang 15 negara di kawasan Eropa ini terapreaisi dari posisi terlemah enam bulan terhadap dolar AS kemarin ketika trader mengurangi spekulasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga tahun depan.
"ECB mencoba untuk mengoreksi ekspektasi kenaikan suku bunga pada 2009. Disisi lain harga minyak juga kembali naik, sehingga dolar AS perlu diperkuat untuk mengcover kenaikan harga minyak mentah dalam sepekan ini," kata Brian Dolan, chief currency strategist FOREX.com, unit transaksi valas online di perusahaan Gain Capital di Bedminster, New Jersey.
Euro pagi ini ditransaksikan pada level US$1,4726 pukul 8:39 a.m. di Tokyo, setelah kemarin menguat 0,5% . Kurs bahkan sempat menyentuh US$1,4571 pada 26 Agustus, level terlemah sejak pertengahan Februari.
"Para trader sangat khawatir akan penjualan dolar AS, jika pemerintah tidak mengintervensi lebih awal tahun ini, kami semakin yakin dolar AS akan semakin terjungkal," kata Tsutomu Soma, bond and currency dealer Okasan Securities Co. di Tokyo.
European Central Bank dinilai perlu menaikkan suku bunga sekali lagi karena melihat prospek perekonomian pada akhir tahun ini dan awal tahun depan, kata Axel Weber, yang juga memimpin Bundesbank di Jerman.
ECB council member Klaus Liebscher mengatakan kenaikan suku bunga akan lebih baik karena inflasi tinggi. Inflasi tahunan 4% di negara yang menggunakan euro, dua kali lebih tinggi dari target ECB yakni di bawah 2%.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Yen melaju ke level tertinggi atas US$
- Menjelang kunjungan Paulson yuan melemah
- Yen menguat atas dolar AS dan euro
- Yen bergerak menguat atas US$ dan euro
- Yen menguat terhadap dolar AS dan euro