Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Kamis, 28/08/2008 08:59 WIB
Dolar Australia tertekan ke level terendah
oleh : M. Yunan Hilmi
SYDNEY (Bloomberg): Dolar Australia berlanjut tertekan sampai level terendah terhadap dolar AS tahun ini akibat kekhawatiran investor memburu yield aset yang lebih tinggi sebagai antisipasi kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga pekan depan.
Mata uang Negeri Kanguru ini juga melemah atas dolar Selandia Baru setelah trader memperkirakan Reserve Bank of Australia akan menurunkan suku bunga pinjaman acuan pada 2 September. Jika terjadi penurunan tersebut merupakan yang pertama dalam tujuh tahun. Posisi saat ini suku bunga berada pada 7,25%. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah berjangka 10 tahun anjlok ke posisi terendah dalam 17 tahun.
Dolar Australia turun menjadi 85,83 U.S. cent pada pukul 8.50 a.m. di Sydney dari 86,18 penutupan pasar Asia kemarin. Mata uang ini sempat menyentuh posisi terendah sejak September 84,94 cent pada 26 Agustus. Dolar Australia juga melemah 0,5% pada 1,2224 dolar Selandia Baru.
"Aussie akan berjuang pada level resistance 86 cent," kata Sue Trinh, currency strategist RBC Capital Markets, Sydney.
Dolar Australia melemah terhadap 16 mata uang yang diperdagangkan selama Agustus dan turun 8,9% melawan dolar AS.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Yen melaju ke level tertinggi atas US$
- Menjelang kunjungan Paulson yuan melemah
- Yen menguat atas dolar AS dan euro
- Yen bergerak menguat atas US$ dan euro
- Yen menguat terhadap dolar AS dan euro