Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas


Kamis, 04/09/2008 09:59 WIB

Dolar Australia rebound dipicu surplus perdagangan

oleh : M. Yunan Hilmi

SYDNEY (Bloomberg): Dolar Australia rebound dari level terendah sepanjang tahun ini akibat spekulasi anjloknya nilai tukar memberi keuntungan yield bagi investor untuk tetap memegang obligasi negara itu.

Kenaikan dolar Australia juga dipicu oleh laporan pemerintah mengenai kondisi perekonomian di antaranya surplus ekspor yang berlanjut pada Juli. Joshua Williamson, senior strategist TD Securities Ltd, menilai kenaikan dolar Australia terjadi akibat spekulasi para trader atas berapa besar Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga.

"Pelaku pasar melihat kondisi fundamental dolar Australia yang diperkirakan pertumbuhan akan berlanjut. Bank sentral tidak akan menurunkan suku bunga sebesar yang diperkirakan. Dolar Australia sudah oversold. Yield tidak akan menyeret mata uang," katanya.

Dolar Australia diperdagangkan pada US$0,8355 pada pukul 9.50 a.m. di Sydney, menguat dari US$0,8296 penutupan pasar Asia kemarin. Williamson memperkirakan dolar Australia bergerak pada US$0,85 sampai US$0,86 pekan depan.

Pada 2 September, Reserve Bank menurunkan target bunga overnight cash-rate sebesar seperempat poin menjadi 7%, merupakan yang pertama dalam tujuh tahun. Menurut Credit Suisse Group, regulator akan menurunkan suku bunga mendekati 1% dalam 12 bulan.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dolar Aussie catat penguatan terbesar atas US$
  • Dolar AS melemah atas euro dan yen
  • Yen mulai melemah atas dolar AS dan euro
  • Yen terkuat atas US$ dalam 13 tahun

Komentar

Beri Komentar