Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Jumat, 24/10/2008 08:39 WIB
Euro bergerak makin lemah atas yen dan US$
oleh : M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Euro berlanjut terpuruk mendekati pelemahan mingguan terbesar atas yen sejak pertama kali mata uang ini dilansir pada 1999 akibat imbas krisis kredit global tengah melanda kawasan ini.
Euro juga tertekan terhadap dolar AS setelah Belarus, Ukraina, Hongaria, dan Eslandia bergabung dengan Pakistan meminta bantuan dana darurat setidaknya US$20 mliar kepada International Monetary Fund. Standard & Poor's kemarin mengancam akan menurunkan rating utang Rusia.
"Ada kekhawatiran atas naiknya risiko negara-negara di Eropa. Beberapa mata uang di kawasan itu berada pada ancaman spekulasi sebab sektor perbankan tidak cukup mendapat garansi dari pemerintah mereka," kata Toshihiko Sakai, kepala perdagangan valas dan produk finansial Mitsubishi UFJ Trust & Banking Corp, Tokyo.
Euro melemah menjadi 125,21 yen pada 9:46 a.m. waktu Tokyo dari 125,89 penghujung pasar New York, yang sempat menyentuh 123,14, level terendah sejak Desember 2002. Depresiasi euro mencapai 8,1% pekan ini. Mata uang ini juga melemah pada US$1,2883 dari US$1,2934 kemarin, dan sempat mencapai titik terendah sejak November 2006 pada US$1,2728. Sakai memperkirakan euro bisa terus melemah atas dolar AS sampai akhir tahun.
Poundsterling melemah menjadi US$1,6150 dari US$1,6230 menjadikan penurunan pekan ini sebesar 6,5%, terbesar sejak September 1992. Tekanan ini muncul akibat spekulasi Bank of England akan menurunkan suku bunga di tengah resesi global. Sterling menyentuh US$1,6042 kemarin, terlemah sejak September 2003.
Euro sudah melemah sebesar 20% atas dolar AS sejak tercapai posisi tertinggi pada US$1,6038 pada 15 Juli. Perekonomian Eropa menghadapi resesi yang diperkirakan baru reda dalam dua tahun. Net selling di bursa Eropa naik tiga kali lebih tinggi dari rata-rata tahun lalu.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Euro berlanjut melemah atas US$ dan yen
- Apresiasi yen dan US$ terbesar atas euro
- Dolar AS menuju penurunan terburuk 1 tahun
- Won berlanjut menguat pada 1.282,10 per US$
- Yen hadapi depresiasi mingguan terbesar