Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Kamis, 30/10/2008 08:33 WIB
Dolar AS melemah atas euro dan yen
oleh : M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Dolar AS melorot hingga ke bawah US$1,30 per euro untuk pertama kalinya pekan ini setelah Federal Reserve memangkas suku bunga pinjaman yang ditargetkan hingga ke level terendah dalam waktu setengah abad terakhir, dengan pertimbangan risiko terhadap perekonomian masih ada.
Mata uang AS tersebut melemah sebelum pengumuman laporan pemerintah AS, hari ini, yang diperkirakan akan memperlihatkan kontraksi terbesar sejak 2001. Yen melemah setelah reli saham-saham Asia mendorong para investor untuk membeli mata uang berimbal hasil lebih tinggi. Dolar Australia menguat terkait spekulasi bahwa pemangkasan suku bunga di China, konsumen logam industri terbesar di dunia, akan mendongkrak permintaan untuk ekspor Australia.
"The Fed tengah melakukan apa yang bisa dilakukannya di tengah pelemahan ekonomi AS. Hal ini meletakkan fokus pada diferensial suku bunga, dan hal tersebut akan mendesak dolar AS untuk bergerak semakin turun," kata Tsutomu Soma, seorang dealer obligasi dan mata uang di Okasan Securities Co, Tokyo.
Dolar AS melemah hingga US$1,3074 per euro, terendah sejak 22 Oktober, dan diperdagangkan pada US$1,3044 pada pukul 9:25 di Tokyo dari US$1,2963, kemarin. Yen melemah menjadi 98,35 per dolar AS dari 97,39. Euro menguat menjadi 128,32 yen dari 126,26 yen. Pound menguat menjadi US$1,6438 dari US$1,6373.
Indeks Dollar ICE, yang mencatat pergerakan mata uang greenback tersebut terhadap euro, yen, pound, dolar Kanada, franc Swiss, dan krona Swedia, jatuh 0,5%, memperpanjang penurunan terbesar sejak Oktober 1998. Indeks tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak April 2008 pada 28 Oktober.
Dolar Australia menguat ke 67,62 sen AS dari 64,98 sen di Asia, kemarin petang. China, mitra perdagangan terbesar Australia, kemarin petang menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 6,66% dari 6,93%. Bank sentral China juga mengutarakan dalam satu pernyataan di situsnya bahwa suku bunga deposito akan turun menjadi 3,60% dari 3,87%.
Para pembuat kebijakan AS menurunkan target fed fund sebesar 50 basis poin menjadi 1%, kemarin, menyamai level yang dicapai pada Juni 2003 dan sebelum itu pada saat pemerintahan Eisenhower di akhir tahun 1950-an. Bank sentral juga mengumumkan swap line senilai US$120 miliar dengan Brasil, Korea Selatan, Singapura, dan Meksiko.
"Laju aktivitas perekonomian tampaknya mengalami pelambatan tajam, terutama karena penurunan belanja konsumen," Fed mengungkapkan dalam pernyataannya.(t01)
bisnis.com
Berita Lain
- Euro berlanjut melemah atas US$ dan yen
- Apresiasi yen dan US$ terbesar atas euro
- Dolar AS menuju penurunan terburuk 1 tahun
- Won berlanjut menguat pada 1.282,10 per US$
- Yen hadapi depresiasi mingguan terbesar