Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas


Rabu, 05/11/2008 09:20 WIB

Mata uang euro tertekan terhadap dolar AS

oleh : Elsya Refianti

TOKYO (Bloomberg): Mata uang euro tertekan terhadap dolar AS setelah anggota European Central Bank Juergen Stark mengatakan para pembuat kebijakan siap untuk menggunakan kebijakan suku bunga guna mengatrol keterpurukan ekonomi wilayah itu.

Mata uang 15 negara itu juga melemah terhadap yen karena komentar Stark, yang dikutip oleh Financial Times Deutschland dalam sebuah wawancara, memicu ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga patokannya yang 3,75% pada pertemuan besok.

"Laporan ini menyebabkan euro menuju penurunan," kata Tadahiko Nashimoto, direktur valas Barclays Bank Plc di Tokyo.

Euro melemah jadi US$1,2929 pada pkl. 9:26 di Tokyo dari US$1,2981 di akhir perdagangan kemarin di New York. Mata uang itu turun menjadi 128,67 yen dari 129,47 yen. Dolar AS dibeli seharga 99,55 yen dari 99,70 yen.

ECB akan memangkas tingkat suku bunganya sebesar 0,5% poin menjadi 3,25% besok, kata 54 ekonom dalam sebuah survei Bloomberg News.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rusia kembali devaluasi rubel
  • Yen menguat pada 90,46 per dolar AS
  • Peso dekati level terburuk sejak 2000
  • Potensi rebound won dan rupee terbesar
  • Dolar AS relatif stabil atas euro dan yen
  • Dolar terlemah 13 tahun terhadap yen siang ini
  • Mata uang Asia mulai rebound atas dolar AS
  • Sentimen ekonomi Jerman tekan euro
  • Yen melaju ke level tertinggi atas US$

Komentar

Beri Komentar