Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Rabu, 12/11/2008 16:30 WIB
Yen berpotensi menguat ke level tertinggi 13 tahun
oleh : M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Yen Jepang sangat mungkin kembali menguat sampai ke level tertinggi dalam 13 tahun karena bank-bank yang menjual produk derivatif terkait dengan valas terpaksa harus melakukan pembayaran lindung nilai ke investor.
Sejumlah perusahaan sekuritas membutuhkan yen untuk kebutuhan hedge sebesar US$100 miliar terkait dengan penguatan cadangan atas surat berharga dua jenis mata uang. Societe Generale SA Prancis memperkirakan yen bisa mencapai 80 per dolar AS akhir tahun. Adapun Royal Bank of Scotland Group Plc, bank terbesar keempat di Inggris, upaya lindung nilai ini bisa mendorong yen ke level 85 per dolar AS.
Yen sudah bergerak naik 14% per dolar AS tahun ini akibat adanya gerak balik dari transaksi carry trade. Apresiasi yen yang berlebihan akan menggerus pendapatan eksportir di tengah krisis finansial global yang bisa menahan pertumbuhan negara itu.
"Hedging atas PRDC merupakan salah satu penyebab penguatan yen. Otoritas Jepang seharusnya mengambil tindakan atas dampak dari pergerakan yen ini," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas Royal Bank of Scotland untuk Jepang di Tokyo yang juga mantan trader di Bank of Japan.
Mata uang Jepang menguat menjadi 90,93 per dolar AS pada 24 Oktober, terkuat sejak Agustus 1995, ketika pasar kredit menciut dan kerugian pada derivatif mortgage. Hari ini sampai dengan pukul 12:29 p.m waktu Tokyo posisi yen pada 97,74 per dolar AS.
Toyota Motor Corp dan Canon Inc memangkas perkiraan profit akibat melambatnya permintaan dan nilai penjualan yang tergerus akibat makin perkasanya yen. Ekonom memprediksikan GDP Jepang secara tahunan naik 0,1% dalam tiga bulan yang berakhir 30 September setelah mengalami kontraksi 3% pada kuartal kedua.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Euro berlanjut melemah atas US$ dan yen
- Apresiasi yen dan US$ terbesar atas euro
- Dolar AS menuju penurunan terburuk 1 tahun
- Won berlanjut menguat pada 1.282,10 per US$
- Yen hadapi depresiasi mingguan terbesar