Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Senin, 17/11/2008 15:55 WIB
Won melemah ke level terendah 3 pekan
oleh : M. Yunan Hilmi
BEIJING (Bloomberg): Won Korsel melemah ke level terendah dalam tiga pekan setelah laporan pemerintah yang mengindikasikan pengeluaran konsumen melemah, menambah kekhawatiran pertumbuhan negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia itu makin melambat sementara obligasi naik.
Mata uang won dan indeks Kospi keduanya anjlok untuk hari kelima menyusul tingginya aksi jual saham-saham di bursa Korsel oleh investor asing melebihi yang mereka beli. Yonhap News melaporkan International Monetary Fund (IMF) memangkas estimasi pertumbuhan 2009 kurang dari 3%, yang mengutip pernyataan President Lee Myung Bak.
"Won memasuki tahap yang sulit di tengah laju perlambatan ekonomi yang makin cepat. Risiko yang timbul menghantam permintaan aset-aset di emerging market," kata Chun Chong Woo, ekonom Standard Chartered First Bank Korea Ltd di Seoul.
Seoul Money Brokerage Services Ltd mencatat won turun 0,7% menjadi 1.409 per dolar AS pada pukul 3 p.m. penutupan di Seoul. Mata uang ini sudah kehilangan nilai 34% sepanjang tahun ini, terbesar dibandingkan dengan 10 mata uang Asia kecuali yen Jepang.
Kementerian Ekonomi melaporkan penjualan di sektor ritel pada Oktober turun 0,7% dari tahun sebelumnya, setelah tumbang 9,2% pada September. Penjualan department store tidak berubah melanjutkan penurunan 0,3%.
Sementara itu, yield obligasi naik akibat spekulasi imbal hasil mendekati posisi tertinggi sejak 8 Oktober. Patokan obligasi tiga tahun naik 67 bps atau 0,67% poin.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Euro berlanjut melemah atas US$ dan yen
- Apresiasi yen dan US$ terbesar atas euro
- Dolar AS menuju penurunan terburuk 1 tahun
- Won berlanjut menguat pada 1.282,10 per US$
- Yen hadapi depresiasi mingguan terbesar