Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas


Selasa, 25/11/2008 09:25 WIB

Yen bergerak menguat atas US$ dan euro

oleh : M. Yunan Hilmi

TOKYO (Bloomberg): Yen menguat menjelang laporan dari AS hari ini mengenai prediksi para ekonom yang diperkirakan resesi makin dalam memicu investor melakukan aksi jual atas aset dengan imbal hasil tinggi di Jepang.

Mata uang ini mengakhiri pelemahan dua hari terhadap dolar AS dan euro menyusul spekulasi bailout atas Citigroup Inc dan paket stimulus ekonomi Presiden AS terpilih Barack Obama tidak akan mampu mengatasi melemahnya kondisi finansial. Di sisi lain, perekonomian Jepang mengalami perlambatan selama kuartal ketiga, lebih besar dari perkiraan.

"Masih banyak pelaku pasar yang skeptis berapa lama keyakinan pasar berlangsung setelah paket penyelamatan Citigroup itu. Kekhawatiran terhadap makin parahnya resesi global akan berlanjut menopang yen dalam beberapa bulan ke depan," kata Danica Hampton, analis valas Bank of New Zealand Ltd di Wellington.

Yen menguat menjadi 96,67 terhadap dolar AS pada pukul 10:30 a.m. di Tokyo dari 97,34 posisi penutupan New York kemarin. Yen juga menguat menjadi 124,50 per euro dari 126,08, setelah melemah 4,3% sehari sebelumnya. Sementara dolar Australia melemah 1,8% menjadi 62,51 dari 63,66.

GDP AS mengecil 0,5% tahunan dari Juli ke September, lebih besar dari perkiraan pemerintah 0,3%.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rusia kembali devaluasi rubel
  • Yen menguat pada 90,46 per dolar AS
  • Peso dekati level terburuk sejak 2000
  • Potensi rebound won dan rupee terbesar
  • Dolar AS relatif stabil atas euro dan yen
  • Dolar terlemah 13 tahun terhadap yen siang ini
  • Mata uang Asia mulai rebound atas dolar AS
  • Sentimen ekonomi Jerman tekan euro
  • Yen melaju ke level tertinggi atas US$

Komentar

Beri Komentar