Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas


Senin, 01/12/2008 16:06 WIB

Yen menguat atas dolar AS dan euro

oleh : M. Yunan Hilmi

TOKYO (Bloomberg): Yen menguat terhadap dolar AS dan euro akibat spekulasi resesi global akan mendorong investor domestik untuk membawa balik pendapatan dari luar negeri.

Yen juga menguat terhadap pound Inggris dan dolar Australia setelah sejumlah laporan yakni ekspor Korsel yang melemah, pemintaan pabrikan China yang menciut, dan turunnya upah buruh di Jepang. Dolar AS melemah terhadap yen sebelum keluarnya laporan dari pemerintah AS mengenai sektor manufaktur dan tenaga kerja. Ekonom memprediksikan sektor manufaktur melemah dan terjadi pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar sejak 2001.

"Ketika iklim perekonomian memburuk, investor Jepang cenderung untuk melakukan repatriasi modal untuk menghindari risiko," kata Joseph Capurso, analis valuta asing Commonwealth Bank Australia di Sydney.

Yen menguat 0,2% menjadi 120,93 per euro pada pukul 7:33 a.m. di London dari 121,22 penutupan New York pekan lalu. Yen juga menguat terhadap dolar AS menjadi 95,29 dari 95,52. Pound melemah 0,6% menjadi 146,07 yen, dolar Australia turun 1,4% menjadi 61,68 yen, dan dolar Selandia Baru turun 1,7% menjadi 51,49 yen.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,5%, sementara Nikkei 225 Stock Average juga anjlok 1,4%. Saham Inpex Corp, eksplorasi terbesar di Jepang, turun 4,4% akibat spekulasi kontraksi sektor manufaktur di China akan mengurangi permintaan komoditas.

Suku bunga acuan di Jepang sebesar 0,3%, lebih rendah dibandingkan dengan Australia 5,2%, 6,5% di Selandia Baru, 4%, di Korsel, dan 3% di Inggris. Resesi global menyebabkan yield aset di luar negeri lebih berisiko bagi para investor Jepang.

Resesi di Jepang makin mendalam bulan lalu setelah sektor manufaktur berencana untuk mengurangi produksi dan dana anggaran belanja. Perusahaan Jepang akan mengurangi karyawan sementara dan paruh waktu sekitar 30.000 sebelum akhir tahun bisnis pada Maret. Upah bulanan, termasuk lembur dan bonus, turun 0,1% menjadi 274.751 yen (US$2.883) pada Oktober.

Bank of Japan akan menggelar pertemuan darurat pekan ini untuk memutuskan kisaran jaminan bank untuk membantu perusahaan mendapatkan kredit. Dolar AS melemah sebesar 3,2% terhadap yen sepanjang bulan lalu.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rusia kembali devaluasi rubel
  • Yen menguat pada 90,46 per dolar AS
  • Peso dekati level terburuk sejak 2000
  • Potensi rebound won dan rupee terbesar
  • Dolar AS relatif stabil atas euro dan yen
  • Dolar terlemah 13 tahun terhadap yen siang ini
  • Mata uang Asia mulai rebound atas dolar AS
  • Sentimen ekonomi Jerman tekan euro
  • Yen melaju ke level tertinggi atas US$

Komentar

Beri Komentar