Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Selasa, 02/12/2008 08:32 WIB
Yen melaju ke level tertinggi atas US$
oleh : M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Yen berlanjut menguat mencapai level tertinggi dalam lima pekan atas dolar AS akibat spekulasi melemahnya manufaktur global dan aksi beli investor atas aset-aset Jepang.
Yen juga melaju ke posisi tertinggi lebih dari sepekan atas euro dan dolar Australia yang membuktikan perekonomian global makin terpuruk. Hal ini memicu investor untuk berpindah ke mata uang Jepang yang relatif aman. National Bureau of Economic Research melaporkan perekonomian AS memasuki gerbang resesi pada Desember 2007, pertama sejak 2001.
"Masih ada tekanan atas apresiasi yen. Sejumlah investor Jepang akan melakukan repatriasi dana atas kondisi saat ini. Yen agaknya juga terpengaruh perkembangan saham," kata Takeshi Iba, vice president valuta asing BBH Investment Services Inc, Tokyo.
Yen menguat menjadi 92,89 per dolar AS, level tertinggi sejak 28 Oktober, sebelum diperdagangkan pada 93,13 pukul 8:16 a.m. di Tokyo dari 93,19 kemarin. Yen juga menguat menjadi 117,24 atas euro, terkuat sejak 21 November. Dolar AS tidak banyak berubah terhadap euro pada US$1,2612. Iba memprediksikan yen bisa mencapai level 90 per dolar AS bulan ini. Mata uang Jepang ini juga apresiasi 0,3% menjadi 59,50 per dolar Australia pagi ini dari posisi penutupan New York kemarin.
Suku bunga patokan di Jepang berada pada 0,3%, lebih rendah dibandingkan dengan 3,25% zona euro, dan 5,25% di Australia.
Sejumlah negara juga diprediksi akan menurunkan suku bunga pekan ini di antaranya Selandia Baru dari 6,5% menjadi 5%. Inggris turun menjadi 2% dari 3%, dan kawasan euro menjadi 2,75%.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Euro berlanjut melemah atas US$ dan yen
- Apresiasi yen dan US$ terbesar atas euro
- Dolar AS menuju penurunan terburuk 1 tahun
- Won berlanjut menguat pada 1.282,10 per US$
- Yen hadapi depresiasi mingguan terbesar