SYDNEY (Bloomberg): Pemangkasan jumlah pekerja di Australia lebih rendah dari perkiraan pada Mei, memperkuat indikasi ekonomi berpeluang pulih lebih cepat dibandingkan negara-negara maju.
Jumlah pekerja turun 1.700 dari posisi April yang angkanya direvisi naik menjadi 25.400, ungkap biro statistik hari ini di Sydney. Estimasi tengah 20 analis yang disurvei Bloomberg News memperkirakan penurunan 30.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 5,7% dari angka revisi 5,5%.
Dolar Australia menguat dipicu spekulasi pertumbuhan ekonomi akan mendorong Gubernur bank sentral Glenn Stevens untuk menaikkan biaya pinjaman dari posisi terendah 49 tahun. Kepercayaan konsumen melonjak tertinggi dalam 22 tahun, sentimen bisnis membukukan kenaikan terbesar sejak 2001 pada Mei dan pinjaman rumah naik di bulan ketujuh karena stimulus pemerintah dan pemangkasan suku bunga mulai membantu mengangkat permintaan domestik, ungkap laporan pekan ini.
Jumlah pekerja penuh waktu turun 26.200 pada Mei dan posisi paruh waktu naik 24.500, ujar laporan hari ini.
Jumlah pengangguran Australia itu kontras dengan tingkat pengangguran AS, yang berada di tertinggi 25 tahun pada level 9,4%, Irlandia 11,8% dan Spanyol 17,4%.
Dolar Australia menguat menjadi 81 sen AS pada pkl. 12:40 di Sydney dari 80,49 sen sesaat sebelum laporan dirilis. Obligasi pemerintah bertenor 2 tahun naik 11 basis poin atau 0,11% poin menjadi 4,08%.
Indeks saham patokan S&P/ASX 200 naik 0,5% menjadi 4.044,10, meneruskan kenaikannya sejak 6 Maret menjadi 29%. Saham peritel David Jones Ltd naik 3,2%.
Guna mendorong permintaan domestik, pemerintah mengumumkan rencana pada Mei untuk menjalankan program senilai A$22 miliar (US$18 miliar) untuk membangun sekolah, jalan dan rel kereta api. Pembuat kebijakan Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga acuannya antara September dan April sebesar rekor 4,25% poin menjadi 3%.
Indikasi penguatan dalam ekonomi telah mendorong investor untuk menaikkan spekulasi bahwa suku bunga acuan Australia akan naik dalam 12 bulan, ungkap indeks Credit Suisse Group AG berdasarkan transaksi swap.
Para pedagang memperkirakan suku bunga acuan akan naik 79 basis poin dalam satu tahun, ungkap indeks itu pada pkl. 12:16 di Sydney.
Satu laporan pekan lalu menunjukkan Australia bergabung dengan India dan China sebagai salah satu dari sedikit negara ekonomi besar yang mengalami ekspansi di kuartal lalu. Produk domestik bruto tumbuh 0,4% pada kuartal I/2009 dari 3 bulan sebelumnya karena belanja konsumen naik.
Peritel JB Hi-Fi Ltd menaikkan perkiraan pendapatannya pekan ini setelah membuka gerai baru dan memacu penjualan. Perusahaan itu juga menaikkan targetnya untuk pembukaan toko baru, dengan jumlah 160 outlet yang direncanakan dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang 150.
Peritel Aldi yang berbasis di Jerman akan membelanjakan A$1 miliar dalam 3 tahun ke depan untuk memperluas jaringan toko Australianya menjadi 600 dari 205, lapor Australian Financial Review hari ini, mengutip Managing Director Michael Kloeters.
Berseberangan dengan itu, perusahaan tambang seperti BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group yang bergantung kepada permintaan luar negeri, menekan produksi dan tenaga kerjanya. Rio Tinto telah memangkas belanja globalnya sebesar separo lebih menjadi US$4 miliar tahun ini dan BHP menutup tambang nikel Ravensthorpe-nya yang bernilai US$2,2 miliar di Australia Barat.
Qantas Airways Ltd., maskapai penerbangan terbesar Australia, mengatakan pada April akan memangkas jumlah pekerja sebanyak 1.750 orang karena permintaan terhadap perjalanan premium melemah.
Tingkat partisipasi, yang menggambarkan angkatan kerja sebagai prosentase umur populasi di atas 15 tahun, naik menjadi 65,5% pada Mei dari 65,4%.(er)