BANDUNG (Antara): Sejumlah pengusaha asal Arab Saudi menjajaki kemungkinan berinvestasi di wilayah Jawa Barat terutama pada sektor pertanian, peternakan serta sektor lainnya terkait pengembangan UKM.
Ketertarikan sejumlah investor Arab Saudi itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Seghaf Al Zufrie dengan beberapa pelaku usaha asal Timur Tengah di Gedung Sate Kota Bandung, hari ini.
"Ada beberapa potensi investasi yang menjadi perhatian investor di Arab Saudi, salah satunya di sektor pertanian, peternakan dan perdagangan," kata Al Zufrie.
Ia menyebutkan, pihaknya akan mempertajam pembicaraan dan rencana investasi para investor Arab Saudi di Jawa Barat.
Salah satunya mendukung sektor pertanian, agribisnis, serta peternakan sapi dan domba.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa para investor untuk berkunjungan ke provinsi itu.
Setelah bertemu gubernur, Dubes dan perwakilan usaha Arab Saudi melakukan pembicaraan intensif dengan Badan Promosi Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Jawa Barat.
"Semua peluang investasi di Jabar kami tawarkan, termasuk juga di sektor energi dan pariwisata," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan.
Dalam kunjungan itu, Dubes juga mencermati regulasi investasi di Jawa Barat yang menjadi salah satu prasyarat keamanan dan kelancaran investasi.
Saat ini investor Arab Saudi sudah masuk ke sektor pengembangan pertanian yakni di Kendari, Sulut dan Fakfak.
Jawa Barat, kata Al Zufrie, merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan sapi dan domba.
Gubernur Jawa Barat Heryawan mengatakan, pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan lebih detai ldengan pihak investor Arab Saudi.
"Kami menyertakan beberapa peluang investasi yang bisa dikerjasamakan ke depan. Intinya membuka investasi dan juga mencari pasar baru bagi produk-produk industri di Jawa Barat," kata Heryawan.
Selain itu, Heryawan juga menawarkan proyek infrastruktur seperti jalan tol serta pembangunan industri di kawasan di Jabar.
"Diharapkan investor membangun industri padat karya sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Jabar. Terutama sekali dalam pengembangan Industri menengah kecil dimana peluang kerjanya cukup besar," kata Heryawan. (dj)BANDUNG (Antara): Sejumlah pengusaha asal Arab Saudi menjajaki kemungkinan berinvestasi di wilayah Jawa Barat terutama pada sektor pertanian, peternakan serta sektor lainnya terkait pengembangan UKM.
Ketertarikan sejumlah investor Arab Saudi itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Seghaf Al Zufrie dengan beberapa pelaku usaha asal Timur Tengah di Gedung Sate Kota Bandung, hari ini.
"Ada beberapa potensi investasi yang menjadi perhatian investor di Arab Saudi, salah satunya di sektor pertanian, peternakan dan perdagangan," kata Al Zufrie.
Ia menyebutkan, pihaknya akan mempertajam pembicaraan dan rencana investasi para investor Arab Saudi di Jawa Barat.
Salah satunya mendukung sektor pertanian, agribisnis, serta peternakan sapi dan domba.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa para investor untuk berkunjungan ke provinsi itu.
Setelah bertemu gubernur, Dubes dan perwakilan usaha Arab Saudi melakukan pembicaraan intensif dengan Badan Promosi Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Jawa Barat.
"Semua peluang investasi di Jabar kami tawarkan, termasuk juga di sektor energi dan pariwisata," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan.
Dalam kunjungan itu, Dubes juga mencermati regulasi investasi di Jawa Barat yang menjadi salah satu prasyarat keamanan dan kelancaran investasi.
Saat ini investor Arab Saudi sudah masuk ke sektor pengembangan pertanian yakni di Kendari, Sulut dan Fakfak.
Jawa Barat, kata Al Zufrie, merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan sapi dan domba.
Gubernur Jawa Barat Heryawan mengatakan, pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan lebih detai ldengan pihak investor Arab Saudi.
"Kami menyertakan beberapa peluang investasi yang bisa dikerjasamakan ke depan. Intinya membuka investasi dan juga mencari pasar baru bagi produk-produk industri di Jawa Barat," kata Heryawan.
Selain itu, Heryawan juga menawarkan proyek infrastruktur seperti jalan tol serta pembangunan industri di kawasan di Jabar.
"Diharapkan investor membangun industri padat karya sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Jabar. Terutama sekali dalam pengembangan Industri menengah kecil dimana peluang kerjanya cukup besar," kata Heryawan. (dj)