Fed waspadai deflasi

Rabu, 01/07/2009 13:03:52 WIBOleh: Djony Edward
SAN FRANCISCO (cnbc): Resesi yang melanda AS sepertinya akan berakhir mendekati ujung tahun 2009, mengantarkan 'pemulihan yang melambat' ditandai dengan peningkatan pengangguran yang berlanjut, ungkap pejabat Federal Reserve.

Janet Yellen, Presiden Fed untuk wilayah San Francisco, melihat inflasi akan tetap rendah untuk beberapa tahun, mengisyaratkan bahwa bank sentral harus segera menaikkan suku bunga untuk menghasilkan pertumbuhan yang positif.

"Saya tidak optimistis bahwa ekonomi akan kembali normal dalam waktu dekat," kata Yellen di Commonwealth Club of California di San Francisco seperti dikutip cnbc.

Jumlah pengangguran AS tampaknya akan naik dari posisi saat ini, dan membutuhkan beberapa tahun untuk mengembalikan para pengangguran itu bekerja kembali, Yallen mengatakan. Dalam periode tersebut bisa saja akan menekan gaji dan harga-harga.

Dalam pemaparannya soal kondisi ekonomi hingga Mei, Yellen mengatakan bahwa inflasi yang rendah memang tidak menyenangkan bahkan menjadi isu terbesar dalam jangka menengah.

"Saya akan segera meletakkan kartu saya di atas meja. Menurut saya risiko utama adalah inflasi yang rendah, tidak terlalu tinggi, dalam beberapa tahun ke depan," katanya. "Saya berharap inflasi inti akan melandai pada kisaran 1% dalam tahun-tahun mendatang dan akan di bawah 2% pada tahun-tahun berikutnya."

Lebih jauh, "jika ekonomi gagal meraih pemulihan, kemungkinan besar kondisi inflasi yang rendah akan berubah menjadi deflasi. Sementara, kata Yellen, risiko dari 'kehancuran spiral' delfasi sama sekali tak diinginkan.

Yellen adalah anggota voting dari Federal Open Market Committee (FOMC) pada 2009. FOMC telah menurunkan suku bunga acuan ke posisi mendekati 0 atau persisnya 0,25% di bulan Desember untuk mengendalikan ekonomi.

Mulai naik

Pasar keuangan secara rasional berpotensi membaik dan Fed akan mulai menaikkan suku bunga paling cepat akhir 2009 atau awal 2010, namun kelihatannya akan mendapat tantangan mengingat perhatian Yellen soal ancaman deflasi.

Fed "kelihatannya akan menyetop sementara stimulus ketika situasi membaik," katanya, menambahkan bahwa banyak bank dengan kredit program khusus akan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang membaik.

Meski demikian, "Saya lebih tertarik untuk memperketat kebijakan segera, untuk memastikan pemulihan," kata Yellen, yang lebih dikenal dengan kebijakan blunder Fed pada 1930-an. "Saya tidak percaya  ada perlakuan khusus dari inflasi tinggi saat ini."

Dia mengatakan pasar keuangan berlanjut menguat setelah program Fed berhasil 'menghindari pukulan yang berakhir'.

"Pasar sudah membaik hari ini dibandingkan dengan apa yang kita impikan delapan bulan lalu. Investor telah mengabaikan risiko, paralel dengan ini, sekali lagi pasar ingin sebuah pukulan yang rasional." (dj)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika