Harga terus turun, Medco akan buy back saham

Sabtu, 12/04/2008 00:00:00 WIBOleh:
JAKARTA: PT Medco Energi Internasional berencana membeli kembali sahamnya di pasar (buy back) karena harga saham emiten itu terus menurun. Rencana buy back saham ini diutarakan perseroan dalam keterbukaan informasinya dalam situs Medco kemarin.

Direktur Perencanaan Medco Darmojo Doyoatmojo mengatakan perseroan mengagendakan rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST & LB) pada 15 Mei, di mana salah satu agendanya adalah meminta persetujuan pembelian kembali saham yang sudah diterbitkan perseroan.

Rencana pembelian kembali saham ini sejalan dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.B.2 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

"Saya ingin perusahaan mempunyai fleksibilitas untuk membeli saham seandainya ada ekstra cash. Namun, soal waktu dan harganya belum ditentukan," tutur Presdir Medco Hilmi Panigoro saat dihubungi Bisnis kemarin.

Menurut dia, persetujuan dari pemegang saham akan menjadi pegangan bagi perseroan untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar dengan harga yang lebih rendah.

Suatu saat, saham hasil buy back yang dikenal dengan saham treasury, bisa dilepas kembali pada harga yang lebih tinggi. "Ini tentu akan meningkatkan nilai saham bagi para pemegang saham."

Menurut Peraturan Bapepam-LK No. IX.B.2, batas maksimal pembelian kembali saham sebesar 10%. Adapun jumlah saham yang diterbitkan Medco hingga per 30 September 2007 sebanyak 3,33 miliar. Dengan asumsi 10% saham maka jumlah yang akan dibeli kembali maksimal hanya 333,34 juta saham.

Rencana buy back ini mendongkrak harga saham perseroan sebesar 11,74% atau Rp350 menjadi Rp3.375 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, kemarin. Lonjakan harga ini merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan ini.

Dengan harga saham Rp3.375, Medco membukukan kapitalisasi pasar senilai Rp11,25 triliun. Namun, berdasarkan data Bloomberg, dalam setahun terakhir keuntungan harga saham MEDC sudah tergerus sebesar 5,55%. Harga saham Medco mencatat harga tertinggi Rp6.100 pada 9 November 2007.

Enam agenda

Selain membahas rencana buy back, dalam RUPSLB Medco juga akan mengubah anggaran dasar perseroan untuk disesuaikan dengan UU Perseroan Terbatas No.40/2007.

Dalam RUPST, Medco mengusulkan enam agenda pembahasan a.l. meminta persetujuan atas laporan direksi dan komisaris, mengesahkan neraca dan perhitungan laba rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2007, menetapkan penggunaan laba bersih per-seroan untuk tahun buku 2007, dan persetujuan pemegang saham atas pembagian dividen tunai pada tahun buku 2007.

Pada 4 April, Hilmi mengatakan meskipun laba bersih 2007 merosot, perseroan tetap membuka peluang membagikan dividen.

"Kami tetap menjaga yield bagi pemegang saham. Saya harap kinerja kuartal II/2008 memberi keuntungan yang signifikan. Rencana dividen interim akan bergantung pada kinerja kuartal II. Masalahnya hanya timing, sehingga paling mungkin [pelaksanaannya] pada kuartal III/2008," paparnya.

Pada per 31 Desember 2007, laba bersih Medco tergerus 83% dari US$38,1 juta menjadi US$6,5 juta, meskipun pada saat yang sama penjualan perseroan naik 24% dari US$792,4 juta menjadi US$981,9 juta.

Laba Medco anjlok akibat penurunan nilai aset minyak dan gas total sebesar US$77,1 juta di Blok East Cameron dan Main Pass yang berlokasi di Teluk Meksiko, AS.

Penyusutan itu terdiri dari penurunan nilai atas aktiva US$25,9 juta, kenaikan biaya penyusutan US$30,7 juta, dan kerugian dari penjualan aktiva Sorrento Dome di AS US$20,5 juta.

Hilmi menjelaskan penurunan nilai aset, yang menjadi milik Medco setelah perseroan mengakuisisi Novus Petroleum Ltd pada 2004. (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika