
JAKARTA (bisnis.com): Industri Asuransi jiwa mencetak pendapatan premi lanjutan (renewal) kuartal I/2009 Rp4,6 triliun tumbuh 17,45% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,92 triliun.
Namun pendapatan premi produksi baru (new business) 11,52% menjadi Rp8,9 triliun dibandingkan kuartal I/2008 Rp 10 triliun.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis kuartal berikutnya akan terjadi percepatan pertumbuhan yang didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat.
Ketua Umum AAJI Evelina F. Pietruschka, dampak krisis global mulai menunjukkan perubahan, terlihat dari adanya perbaikan pasar, seperti indkes harga saham yang meningkat 40%-50% dan penurunan tingkat suku bunga hingga level 7%.
“Kami optimis dengan kondisi makro yang kuat, indeks pasar saham dan obligasi yang tumbuh, kepercayaan pasar akan mendukung pertumbuhan bisnis baru dan renewal di kuartal I dan kuartal II tahun ini,” tukas Evelina di sela-sela paparan kinerja asuransi jiwa nasional kuartal I/2009 di Jakarta.
Dia menjelaskan untuk mendukung kinerja industri dalam lima tahun kedepan, AAJI mencoba menerapkan beberapa kiat dalam mengontrol industri asuransi jiwa seperti menggenjot jumlah agen, kampanye pentingnya kesadaran berasuransi kepada masyarakat, dan mengarahkan industri untuk berusaha secara sehat.
Kepala Departemen Kepatuhan & Best Practices AAJI Adi Purnomo mengatakan, optimisme industri sangat beralasan untuk tetap tumbuh di kuartal berikut karena di kuartal I/2009 secara umum tetap positif walau mengalami perlambatan.(hap)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »