JAKARTA (Bisnis.com): PT Asuransi Bintang (Tbk) melanjutkan program transformasi dengan memperbaiki kebijakan underwriting dan pengelolaan risiko yang dimulai pada April 2008. Bintang yang 2007 lalu mencetak rugi Rp21,3 miliar pada 2008 meraup laba sebelum pajak Rp15,3 miliar.
Hasil underwriting Rp24,6 miliar atau 15,66% terhadap premi bruto yang naik Rp20,7 miliar atau 534,69% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang Rp3,9 miliar, dengan rasio hasil underwriting 1,93%.
Presiden Direktur Bintang Zafar Dinesh Idham mengakui pengetatan underwriting ini berpengaruh pada premi, sehingga pada 2008 terjadi penurunan produksi premi bruto Rp43,36 miliar atau turun 21,7%.
Bisnis syariah mencatat kontribusi Rp33 miliar, jauh melampaui kinerja 2007 yang Rp255 juta. Idham mengatakan bisnis syariah masih akan digenjot tahun ini. Namun, dia mengakui pendapatan perusahaan dari bisnis itu kecil karena dana yang dikumpulkan merupakan dana peserta.
Idham mengatakan tahun ini bisnis konvensional perusahaan ditargetkan sejalan dengan pertumbuhan industri, namun bisnis sinergi dengan mitra kerja ditargetkan tumbuh signifikan dari Rp1 miliar pada 2008 menjadi Rp20 miliar tahun ini.
“Kami sudah mempunyai dukungan teknologi yang memungkinkan kami menggenjot bisnis itu,” kata Idham seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, hari ini.
Hingga kuartal I/2009 premi bruto Bintang sebesar Rp32,1 miliar, dan hasil underwriting Rp3,5 miliar.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »