JAKARTA (bisnis.com): PT Panin Insurance Tbk membukukan pertumbuhan premi 8,52% menjadi Rp33,8 miliar per Maret 2009 dari periode tahun sebelumnya Rp31,1 miliar yang 50% masih didominasi oleh bisnis properti.
Klaim membengkak 484,78% dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,2 miliar dan laba bersih turun 28,97 dari Rp100,3 miliar menjadi Rp71,2 miliar.
Direktur Panin Insurance Karel Fitrianto mengatakan pihaknya saat ini fokus konsolidasi ke internal perusahaan dengan tetap mengembangkan bisnis yang sudah ada. Begitu krisis berlalu, Panin Insurance sudah siap untuk menggenjot pertumbuhan.
Dalam menerima bisnis baru, pihaknya akan menerapkan underwriting yang baik karena saat ini potensi moral hazard cukup besar. “Kalau tahun ini bisa tumbuh 20% sudah bagus,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta.
Karel mengatakan pihaknya akan menggenjot kanal distribusi agen yang baru memberikan kontribusi 10%-15% terhadap total perolehan perusahaan. Selama ini porsi grup masih memberikan sumbangan 50% sedangkan sisanya disumbangkan oleh broker, penjualan langsung dan agen.
Langkah memperbesar agen seiring keinginan perusahaan untuk menggenjot bisnis ritel yang sudah memberikan kontribusi 80%.
Risk based capital perusahaan 624,92% menunjukkan kinerja perusahaan belum produktif sehingga kedepan Panin Insurance akan menggenjot produksi dengan masuk ke bisnis baru.
Karel mengatakan saat ini Panin Insurance sudah terdaftar sebagai anggota konsorsium pertanggungan migas dan perusahaan sedang memproses izin bisnis surety bond. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »