Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Asuransi & Dana Pensiun
Selasa, 04/11/2008 18:54 WIB
IGTC akan buka peluang karir di asuransi
oleh : Hanna Prabandari
JAKARTA (bisnis.com): Program tahunan Insurance Goes To Campus (IGTC) 2008 yang digelar untuk memeriahkan Insurance Day diharapkan dapat membuka wawasan peluang berkarir di industri asuransi.
Langkah Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) untuk menjadikan masyarakat menjadi "insurance minded" dilakukan dengan mengangkat program utama diantaranya penyelenggaraan kuliah umum atau seminar asuransi di berbagai institusi pendidikan tinggi, menengah maupun pesantren.
Universitas Pancasila merupakan lokasi ketujuh yang menjadi sasaran panitia IGTC sebagai tempat untuk mensosialisasikan asuransi. Acara yang mayoritas diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi itu bertemakan "Manajemen Risiko & Peluang Karir di Industri Asuransi".
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Kresna Wirdana (Manager, Sales Support Head Partnership Distribution), Mariawaty Santoso (VP, Head of Human Resources & Business Procurement Services) dan Ade Bungsu (Asst. VP, Head of Actuary & Syariah) dari PT. Prudential Life Assurance yang juga merupakan perusahaan sponsor utama dari acara ini.
"Selain mengenalkan pendidikan dasar asuransi, para pembicara juga mengulas tentang seluk beluk karier di industri ini dan bagaimana cara me-manage risiko," kata Ketua IGTC Anton Lie dalam siaran pers yang diterima Bisnis.
Dia mengatakan peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada para pembicara. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa kini dapat lebih memahami industri asuransi sekaligus membuka wawasan peluang berkarier di industri asuransi secara lebih luas langsung dari narasumber yang merupakan praktisi dan pelaku bisnis perasuransian Indonesia. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Jasindo bentuk Unit Usaha Takaful
- Thailand siapkan stimulus US$8,6 miliar
- Jasa Tania raup premi Rp122,8 miliar
- AIG mulai jual aset di Filipina
- Asuransi Sinar Mas 'digoyang' klaim kebakaran