Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Asuransi & Dana Pensiun
Rabu, 12/11/2008 18:14 WIB
Penjualan premi berpadu investasi melambat
oleh : Hanna Prabandari
JAKARTA (bisnis.com): Penjualan premi asuransi berpadu investasi akan mengalami perlambatan yang akan berdampak pada pertumbuhan industri asuransi jiwa.
Kebiro Riset InfoBank Eko B. Supriyanto mengatakan perusahaan asuransi seharusnya kembali mengutamakan proteksi dengan menampilkan produk tradisional.
"Masyarakat jangan dicuci otaknya kalau asuransi adalah produk investasi, asuransi harus kembali pada proteksi risiko," katanya di sela-sela InfoBank Outlook 2009 di Jakarta.
Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) Hero Samudra mengakui penjualan produk unit-linked yang berbasis saham menurun, namun hal itu tidak terlalu berdampak pada produk berbasis obligasi dan deposito.
Hero meyakini dampak penurunan penjualan produk unit-linked tidak terlalu berpengaruh terhadap CAR karena porsi produk tersebut hanya berkisar 10% dari total premi.
"Kami kembali ke produk tradisional saja, memang sebaiknya kita jual asuransi menonjolkan proteksinya. Ini langkah sementara ini, mungkin nanti kalau kondisi sudah bagus produk investasi kita genjot lagi."
Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwa Mega Life Antony Japari mengatakan portofolio bisnisnya masih didominasi produk tradisional yang mencapai 70%-80%.
"Memang melihat kondisi pasar sekarang produk endowment lebih diminati juga oleh pasar karena memberikan hasil yang lebih fix, baik dari sisi proteksi dan nilai tunai. Dengan demikian sesuai permintaan pasar kami akan lebih menggenjot produk tradisional," tambah Antony. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Jasindo bentuk Unit Usaha Takaful
- Thailand siapkan stimulus US$8,6 miliar
- Jasa Tania raup premi Rp122,8 miliar
- AIG mulai jual aset di Filipina
- Asuransi Sinar Mas 'digoyang' klaim kebakaran