Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Asuransi & Dana Pensiun
Senin, 17/11/2008 15:44 WIB
LAFAI perkecil kecurangan dalam asuransi
oleh : Hanna Prabandari
JAKARTA (bisnis.com): Peningkatan dana publik yang dikelola asuransi dan tingginya kemungkinan terjadi kecurangan mendorong sejumlah tokoh dari berbagai elemen untuk mendirikan Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI).
Ketua Umum LAFAI Yaslis Ilyas mengatakan belum ada data yang akurat mengenai kerugian finansial kecurangan asuransi di Indonesia.
Namun sebagai rujukan data kecurangan asuransi kesehatan di Amerika Serikat pada 2006 mencapai 25% dari volume industri kesehatan yang mencapai US$2 triliun per tahun atau setara US$500 miliar.
Bila 25% dari volume industri kesehatan Indonesia bernilai Rp280 triliun per tahun (data 2007) maka kecurangan mencapai Rp70 triliun.
"Suatu jumlah yang sangat besar yang seharusnya tidak dibayar oleh payor," ujar Yaslis di sela-sela peluncuran LAFAI.
Yaslis mengatakan LAFAI akan melakukan berbagai kegiatan seperti investigasi, mediasi, konsultasi dan advokasi. Selain itu melakukan penelitian, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan.
LAFAI mensinergikan tenaga ahli dari bidang asuransi, hukum dan teknologi informasi serta bidang lain terkait untuk memperkecil indikasi kecurangan yang terjadi. Kecurangan dalam asuransi terbagi menjadi tiga macam yaitu kecurangan oleh provider, oleh konsumen dan oleh agen, broker atau pegawai asuransi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Jasindo bentuk Unit Usaha Takaful
- Thailand siapkan stimulus US$8,6 miliar
- Jasa Tania raup premi Rp122,8 miliar
- AIG mulai jual aset di Filipina
- Asuransi Sinar Mas 'digoyang' klaim kebakaran