IMF: Ekonomi Australia hanya turun 0,5%

Kamis, 25/06/2009 10:17:46 WIBOleh: Elsya Refianti
WASHINGTON (Bloomberg): Ekonomi Australia akan menyelam lebih dangkal tahun ini daripada perkiraan dan tumbuh dua kali lipat lebih dari level yang diantisipasi pada 2010, terbantu oleh sejumlah upaya stimulus, kata International Monetary Fund.

Dalam rilis pendahuluan kemarin dari Washington, IMF mengatakan ekonomi Australia akan terbenam 0,5% tahun ini, dibandingkan dengan prediksi penurunan 1,4% pada April. Ekonomi akan tumbuh sekitar 1,5% tahun depan, kata IMF, setelah sebelumnya memprediksikan kenaikan 0,6%.

Kontraksi tahun ini akan dikendalikan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, kenaikan tingkat pengangguran negara itu dan 'lemahnya keyakinan', dan belanja pemerintah berpotensi mendorong pemulihan tahun depan, kata laporan itu.

Satu laporan terpisah dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang berbasis di Paris kemarin mengatakan ekonomi Australia akan menyelam 0,4% pada 2009 sebelum tumbuh 1,2% tahun depan. OECD mengatakan Australia berpeluang memangkas suku bunga lebih lanjut untuk membantu ekonomi yang kemungkinan mengalami kontraksi pertama kali sejak 1991.

IMF juga mengatakan Australia semestinya mempertimbangkan stimulus lanjutan jika ekonomi melemah, kebijakan moneter seharusnya menjadi 'garis pertahanan terdepan', dan memiliki panduan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Bank sentral Australia memangkas suku bunga acuannya pada April menjadi 3%, terendah dalam setengah abad, sehingga membantu pemulihan kepercayaan konsumen dan bisnis.

Sejumlah komentar itu berrmunculan karena para ekonom dan pedagang berdebat apakah Reserve Bank of Australia telah selesai memangkas suku bunga pinjaman setelah menurunkannys 4,25% poin sejak September.

Para investor memperkirakan target sukuk bunga overnight akan naik 60 basis poin dalam 12 bulan, ungkap indeks Credit Suisse Group AG.

Kepercayaan bisnis Australia melompat pada Mei dengan besaran tertinggi dalam hampir 8 tahun, kata survei National Australia Bank Ltd terhadap lebih dari 560 perusahaan.

Pemerintah pada Februari mulai mendistribusikan lebih dari A$12 miliar (US$9,5 miliar) bantuan langsung tunai kepada konsumen.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika