SEOUL (Bloomberg): Pemerintah Korsel menaikkan estimasi GDP 2009 didasarkan atas membaiknya keyakinan konsumen yang dipicu oleh paket stimulus fiskal dan penurunan suku bunga sehingga menggairahkan perusahaan untuk meningkatkan produksi sebagai antisipasi lonjakan permintaan.
Kementerian Keuangan dan Strategi dalam rilis kinerja semiannual hari ini melaporkan perekonomian akan menciut 1,5% tahun ini, lebih kecil dari prediksi April yakni kontraksi 2%. Selaini itu, GDP akan ekspansi 4% pada 2010.
Indeks Kospi bergerak naik setelah laporan ini dan sepanjang 2009 bertambah 24% atas optimisme permintaan mobil buatan Korsel serta rebound di sektor telepon selular dan produk elektronik. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) kemarin juga menaikkan perkiraan 30 negara anggota untuk pertama kali dalam 2 tahun menyusul sinyal membaiknya perekonomian global.
"Perkonomian Korea tampaknya akan melewati masa terburuk dan perlahan mendekati pertumbuhan," kata Lee Sang Jae, ekonom Hyundai Securities Co di Seoul.
Pemerintah juga menegaskan akan mempertahankan kebijakan ekspansi untuk memastikan pertumbuhan serta mulai menghilangkan stimulus seiring dengan menguatnya ekonomi. Pekan lalu, pejabat International Monetary Fund (IMF), Subir Lall, mengatakan perekonomian Korsel
kemungkinan keluar dari posisi terendah.
IMF hari ini juga melansir sejumlah sinyal penguatan di kawasan Asia-Pasifik di antaranya meningkatkan prediksi GDP Australia tahun ini dan 2010. Pemerintah Taiwan melaporkan pekan ini kenaikan order ekspor bulanan untuk keempat kalinya.
Di bursa saham, indeks Kospi naik 2,4% menjadi 1.396,9 pada 12:53 p.m. di Seoul, dipimpin kelompok eskportir dan perusahaan finansial. Won melemah 0,3% menjadi 1.287,2 per dolar AS.
Kementerian keuangan memprediksi GDP Korsel naik hampir 2% selama kuartal kedua dari periode sebelumnya. Perekonomian juga ekspansi 0,1% selama kuartal I/2009.
Pemerintah Korsel meluncurkan paket stimulus sekitar 67 triliun won (US$52 miliar), termasuk 17,2 triliun won pemberian tunai, kredit murah, bantuan ke pasar tenaga kerja, dan belanja infrastruktur yang sudah disetujui parlemen pada April.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »