WASHINGTON (Bloomberg): Belanja konsumen kemungkinan naik pada Mei untuk pertama kali dalam 3 bulan karena warga Amerika Serikat bertambah yakin resesi mulai mereda, kata para ekonom menjelang keluarnya laporan hari ini.
Pembelian naik 0,3% setelah turun 0,1% pada April, ungkap prediksi tengah 76 ekonom yang disurvei Bloomberg News. Data lainnya berpeluang menunjukkan satu indeks sentimen konsumen menguat pada Juni yang merupakan bulan keempat berturut-turut.
Sejumlah upaya pemerintah untuk membangkitkan pasar kredit dan mendongkrak pendapatan memungkinkan para konsumen berbelanja, meski tingkat pengangguran menanjak ke level yang tidak pernah terlihat sejak 1980.
“Masyarakat merasa sedikit lebih nyaman mencoba menjalankan kehidupan normal dan secara bertahap mulai meningkatkan belanja,” kata John Herrmann, Presiden Herrmann Forecasting di Summit, New Jersey. “Perkiraan untuk semester kedua pasti lebih baik. Kami mulai menarik keluar resesi.”
Laporan belanja akan dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan pada pkl. 8:30 pagi di Washington. Estimasi para ekonom dalam satu survei Bloomberg bervariasi mulai dari tidak berubah hingga kenaikan 0,6%.
Laporan itu juga diproyeksikan akan menunjukkan pendapatan naik 0,3% pada Mei, yang merupakan kenaikan kedua berturut-turut. Kenaikan itu kemungkinan akan jauh lebih besar setelah memperhitungkan juga pembayaran pengaman sosial terkait dengan rencana stimulus pemerintah, kata Michael Feroli, seorang ekonom di JPMorgan Chase & Co di New York, yang memprediksikan lonjakan 1,5% dalam pendapatan bulan lalu.
Pada pukul 10 pagi data Reuters/University of Michigan berpeluang menunjukkan indeks sentimen konsumen naik menjadi 69, level tertinggi dalam 9 bulan, dari 68,7 pada Mei, ungkap perkiraan tengah survei Bloomberg. Estimasi bervariasi mulai dari 67 hingga 70. Angka itu akan sesuai dengan data pendahuluan yang dikeluarkan di awal bulan ini.
Indeks saham superkomposit peritel Standard & Poor’s telah terangkat 42% sejak 9 Maret dipicu berkembangnya optimisme bahwa keterpurukan terburuk pada belanja telah usai.
Belanja konsumen, yang memberikan kontribusi sekitar 70% terhadap ekonomi, naik pada kuartal pertama di level 1,4% setelah turun di paruh kedua 2008 yang mencapai terdalam sejak 1980, ungkap data revisi dari Departemen Perdagangan kemarin. Ekonomi tenggelam di level 5,5% per tahun dari Januari hingga Maret, ungkap data revisi tersebut.
Pembelian berpotensi turun ke 0,6% per tahun pada kuartal ini sebelum tumbuh lagi di paruh kedua 2009, kata para ekonom yang disurvei Bloomberg bulan ini.
Kehilangan pekerjaan merupakan salah satu alasan penurunan dalam proyeksi itu. Tingkat pengangguran, yang mencapai tertinggi 25 tahun di 9,4% pada bulan lalu, kemungkinan naik menjadi 9,6% pada Juni, prediksi para ekonom menjelang keluarnya laporan bulanan pemerintah tentang penyerapan tenaga kerja pada pekan depan. Angkanya berpotensi naik menjadi 10% pada akhir tahun, kata survei itu.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »