Produksi industri Jepang meningkat

Senin, 29/06/2009 10:47:52 WIBOleh: Elsya Refianti
TOKYO (Bloomberg): Produksi industri Jepang naik di bulan ketiga pada Mei karena sejumlah perusahaan membangun kembali stoknya dan ekonomi mulai mendaki keluar dari resesi terdalam pascaperang.

Produksi meningkat 5,9% dari satu bulan sebelumnya, kata Kementerian Perdagangan hari ini di Tokyo, level yang sama dengan April, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak 1953. Para ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksikan kenaikan sebesar 6,9%, dan sejumlah pabrikan masih tetap memproduksi 29,5% di bawah level tahun lalu.

Rebound itu mengindikasikan kepercayaan bisnis meningkat, dan para ekonom memperkirakan survei Tankan Bank of Japan pekan ini bakal menunjukkan sentimen di kalangan pabrikan besar naik dari posisi rekor terendah. Resesi dunia mereda karena sejumlah perbankan sentral membanjiri ekonopminya dengan uang tunai dan pemerintah membelanjakan US$2,2 triliun untuk mengangkat permintaan.

Satu laporan terpisah dari Kementerian Perdagangan hari ini menunjukkan penjualan eceran turun 2,8% pada Mei dari setahun lalu, penurunan di bulan kesembilan berturut-turut, karena memburuknya bursa kerja memaksa rumah tangga untuk menekan pengeluaran. Penjualan tidak berubah dari posisi April.

Nikkei 225 Stock Average menguat 0,5% pada pkl. 10:20 di Tokyo, membuat kenaikannya mencapai 41% dari posisi terendah 26 tahun pada 10 Maret. Mata uang yen diperdagangkan pada posisi 95,35 per dolar AS dari 95,19 menjelang dipublikasikannya laporan itu.

Produksi telah meningkat selama tiga bulan berjalan, menyusul penurunan lima bulan berturut-turut yang pada April membuat sekitar setengah dari kapasitas pabrik negara itu tidak terpakai. Kenaikan produksi terbesar mencapai 7,9% pada Maret 1953, mendekati akhir Perang Korea.

Produksi akan naik 3,1% pada Juni dan 0,9% bulan depan, kata Kementerian itu.

Satu indeks sentimen di kalangan pabrikan besar akan menguat untuk pertama kali dalam satu tahun menjadi minus 43 dari rekor terendah minus 58, prediksi para ekonom terhadap hasil survei Tankan Bank of Japan pada 1 Juli. Angka yang negatif berarti jumlah yang pesimistis melebihi yang optimistis.

Ekonomi Jepang kemungkinan akan tumbuh pada level 2,3% di kuartal ini, ungkap para ekonom yang disurvei Bloomberg, menyusul rekor kontraksi 14,2% di periode sebelumnnya.

Belanja pemerintah China sebesar 4 triliun yuan (US$586 miliar) memancing permintaan terhadap alat berat, mobil dan material Jepang. China pada tahun ini melampaui AS sebagai pelanggan ekspor terbesar Jepang.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika