Pabrikan China terus berekspansi

Rabu, 01/07/2009 09:53:27 WIBOleh: Elsya Refianti
BEIJING (Bloomberg): Pabrikan China mengalami ekspansi di bulan keempat karena belanja stimulus pemerintah dan rekor kredit perbankan memacu pemulihan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Indeks Purchasing Managers naik ke 53,2 pada Juni dari 53,1 pada Mei, kata Federation of Logistics and Purchasing pada hari ini di Beijing dalam pernyataannya lewat e-mail. Angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi.

Ekonomi China berpeluang terus menguat pada kuartal III dan IV, sehingga memungkinkan negara itu memenuhi target pertumbuhannya yang 8% pada tahun ini, kata Gubernur bank sentral Zhou Xiaochuan pekan ini. Harga tembaga yang digunakan untuk mobil dan konstruksi menuju kenaikan terbesar 6 bulan dalam 22 tahun karena para pembeli China memacu impornya ke level rekor untuk membangun stok.

Kenaikan harga batu bara menambah bukti bahwa permintaan baja mulai pulih.

Bank of America Merrill Lynch dan JPMorgan Chase & Co pada pekan ini meningkatkan prediksinya terhadap pertumbuhan di kuartal kedua. Bank of America Merrill Lynch memprediksikan pertumbuhan PDB di triwulan kedua sebesar 7,6%, naik dibandingkan dengan 7,2% pada perkiraan sebelumnya. JPMorgan menaikkan prediksinya menjadi 6,9% dari 6%.

Rencana stimulus pemerintah China sebesar 4 triliun yuan (US$585 miliar) dan pinjaman bank senilai 5,84 triliun yuan dalam 5 bulan pertama, hampir tiga kali lipat dari kredit yang diberikan setahun sebelumnya, mendorong pertumbuhan setelah ekspor anjlok.

Prediksi meningkat di sebagian pasar ekspor terbesar China. Kepercayaan konsumen di Inggris naik ke level tertinggi 14 bulan pada Juni dan optimisme terhadap prediksi ekonomi di Eropa menguat ke tertinggi sejak November. Investor George Soros mengatakan pada 22 Juni lalu bahwa masa terburuk dari krisis global telah lewat.

Ledakan kredit China memicu lonjakan 32,9% pada investasi urban fixed-asset dalam 5 bulan pertama, pertumbuhan tercepat dalam 5 tahun. Pinjaman baru pada Juni berpotensi melampaui 1 triliun yuan, atau tiga kali lipat dari level di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, ungkap laporan China Business News pada 30 Juni.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika