• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Defisit perdagangan Australia melebar pada Mei

Kamis, 02/07/2009 14:55:50 WIBOleh: Elsya Refianti
SYDNEY (Bloomberg): Defisit perdagangan Australia melebar pada Mei karena penurunan pengapalan batu bara memaksa ekspor turun ke level terendah dalam 14 bulan, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi berpeluang melambat.

Defisit membengkak menjadi A$556 juta (US$448 juta) dari angka revisi April yang A$282 juta, kata Biro Statistik di Sydney hari ini. Estimasi tengah dalam satu survei Bloomberg terhadap 20 ekonom menyebutkan defisit sebesar A$125 juta. Ekspor turun 5%.

“Resesi global mulai memukul pendapatan ekspor Australian,” kata Su-Lin Ong, ekonom senior di RBC Capital Markets di Sydney.

Australia menghindari resesi teknikal pada kuartal pertama karena stimulus pemerintah dan pemangkasan suku bunga mendorong belanja konsumen. Ekonomi berekspansi 0,4% dari posisi kuartal keempat yang terbenam 0,6%.

Dolar Australia diperdagangkan pada level 80,63 sen AS pada pukul 12:28 di Sydney dari 80,76 sen menjelang keluarnya laporan. Imbal  hasil obligasi bertenor 1 tahun bergerak tipis di level 3,87%.

Impor melemah 4% menjadi A$20,95 miliar dari posisi April. Impor barang modal seperti truk dan mesin, tertekan 14% dan produk konsumer tergelincir 1%.

Ekspor melemah ke A$20,39 miliar, terendah sejak Maret 2008. Pengapalan produk non-rural, yang mencakup logam dan mineral, melemah 5%. Penjualan pertanian turun 3%. Penjualan batu bara anjlok 15% dan pengapalan sereal melemah 7%.

Rio Tinto, eksportir bijih besi terbesar kedua di dunia, sepakat untuk memangkas harga kontrak sebesar 33% dengan produsen baja Jepang dan Korea pada tahun ini.

Sejumlah perusahaan Australia memangkas belanja mesin dan peralatan pada kuartal pertama sebesar 9,6%, paling dalam sejak 1991, di tengah melemahnya permintaan global. Rio Tinto memangkas belanja globalnya sebesar lebih dari 50% menjadi US$4 miliar tahun ini dan BHP menutup tambang nikel Ravensthorpe-nya yang bernilai US$2,2 miliar.

Sejumlah laporan pada pekan ini menunjukkan pabrikan China berekspansi di bulan keempat, kepercayaan bisnis Jepang meningkat dan produksi pabrikan Korea Selatan mendaki di bulan kelima. China dan Jepang merupakan pasar ekspor terbesar Australia.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika