LONDON (Bloomberg): Perekonomian Inggris selama kuartal III menciut lebih kecil dari estimasi awal setelah lonjakan di sektor konstruksi dan investasi aset tetap mendorong negara itu keluar dari resesi.
National Statistics melaporkan GDP turun 0,2% dari kuartal II, lebih rendah dari proyeksi awal turun 0,3%. Sementara estimasi median 24 ekonom Bloomberg terjadi kontraksi 0,1%.
Confederation of British Industry menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2010 dan mengatakan Bank of England seharusnya menghentikan rencana pembelian obligasi pada Februari. Otoritas telah mengetujui mencetat 200 miliar pound uang baru untuk mendorong belanda dan menggoyang resesi terpanjang di Inggris itu.
"Kita akan kembali benar-benar tumbuh pada kuartal IV," kata George Buckley, chief economist Deutsche Bank AG di London.
Pound tidak banyak berubah pada US$1,6046 pada pukul 9:53 a.m. di London. Yield obligasi pemerintah berjangka 2 tahun naik 1 basis poin hari ini pada 1,185%
Perekonomian mengalami kontraksi 5,1% pada tahun lalu, lebih besar dari estimasi 21 ekonom pada 4,9%. Sementara 62 ekonom memperkirakan perekonomian AS tumbuh 2,8% tahunan selama kuartal III. Departemen Perdagangan akan melansir data itu pada pukul 8:30 a.m. di Washington.
Statistik menyebutkan sektor konstruksi melonjak 1,9%, lebih tinggi dari estimasi awal turun 1,1%. Kinerja di sektor itu menutup besarnya kontraksi di sektor jasa dan produksi industri. Investasi aset tetap naik 2,2%, belanja pemerintah naik 0,3%, dan belanja konsumer naik 0,1%.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »