MANILA (Bloomberg): Standard & Poor’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi Filipina akan mencapai 3,7% atau melebihi target pemerintah pada tahun ini.
Pemerintah negeri jiran itu menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negara itu
pada 2010 akan berkisar antara 2,6%-3,6%. S&P menilai Filipina akan mampu menindaklanjuti pertumbuhan ekonomi pada 2009.
Tahun lalu, negara itu dapat menghindari resesi ekonomi dengan tetap mencatatkan pertumbuhan meski hanya 0,9%. Padahal, sejumlah negara sudah terperangkap ke dalam resesi ekonomi atau pertumbuhan PDB minus selama dua kuartal berturut-turut.
Dalam laporan terakhir yang berjudul “Global Credit Portal”, perusahaan pemeringkat utang internasional itu menyatakan salah satu kekuatan ekonomi Filipina adalah pertumbuhan konsumsi domestik yang berkelanjutan. Permintaan domestik dapat menyeimbangkan dampak dari penurunan pendapatan ekspor.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »