China berikan sinyal cegah penguatan yuan

Jumat, 05/02/2010 13:06:56 WIBOleh: Erna Sari Ulina Girsang
TOKYO (Bloomberg): China menunjukkan sinyal akan mencegah penguatan yuan terhadap dolar AS pada tahun ini guna membantu ekspor akibat melemahnya permintaan global.

"Pertumbuhan ekonomi China sulit berlanjut tanpa bantuan stimulus. Mengingat pengaruh penguatan yuan atas ekspor dan pemulihan negara itu, alternatif membiarkan yuan menguat tampaknya kecil," jelas Yuuki Sakurai, CEO Fukoku Capital Management Inc, hari ini.

Fukoku Capital merupakan 1 unit dari 10 asuransi jiwa terbesar di Jepang. Sementara itu, China terus mendapat tekanan internasional agar memperkuat yuan karena menyebabkan ketidakseimbangan dalam perdagangan global.

Kemarin, Menkeu AS Timothy F Geithner mengatakan pejabat China menyadari perhatian terbesar terhadap nilai tukar fleksibel dan mengekspektasikan negara itu mengubah kebijakan mata uang.

Pembuat kebijakan China membatasi penguatan yuan sejak Juli 2008 setelah ekonomi dunia masuk ke dalam resesi terparah sejak Perang Dunia II. Tiga tahun sebelum krisis, China melepas yuan sehingga nilainya naik sebesar 21% dibandingkan dengan dolar AS.

PDB naik 10,7% selama kuartal IV/2009 mendorong spekulasi pemerintah akan membiarkan yuan menguat guna meredakan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi risiko penggelembungan nilai aset.
Indeks harga konsumen di China selama Desember naik 1,9%, laju tercepat sejak 1 tahun terakhir. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika