CEO di Asia Pasifik optimistis percepatan ekonomi

Jumat, 05/02/2010 16:19:47 WIBOleh: Bambang P. Jatmiko
JAKARTA (bisnis.com): Hasil survei Pricewaterhouse Coopers (PWC) yang dipublikasikan pekan ini mengungkapkan para CEO di kawasan Asia Pasifik merasa optimistis terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam survei tersebut sebanyak 82% CEO Asia Pasifik percaya terhadap pertumbuhan pendapatan 12 bulan ke depan, atau hampir sama dengan 81% pendapat global.

Kondisi ini sangat berbeda dengan hasil survei pada 2008, di mana hanya 66% CEO di Asia Pasifik yang berpendapat seperti itu. Dasar dari optimisme ini adalah kepercayaan bahwa Asia akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Rasa optimistis ini sangat terlihat di kawasan Asia. Agar pertumbuhan ini bermanfaat, para CEO di Asia Pasifik harus tetap fokus kepada prospek jangka panjang mereka, meskipun ada perubahan global dan tantangan yang dihasilkan oleh kemerosotan ekonomi,”  ujar Denis Nally, Chairman dari PricewaterhouseCoopers Global International.

Siaran resmi yang diterima Bisnis.com mengungkapkan sekitar 82% CEO yang disurvei berharap untuk mengembangkan bisnis mereka di Asia dalam 12 bulan ke depan. Walaupun Eropa Barat saat ini menjadi kawasan pilihan untuk kegiatan akuisisi dibandingkan dengan Asia Pasifik, namun hal ini dilihat akan cepat berubah dalam 12 bulan ke depan.

Amerika Latin menjadi kawasan pilihan untuk berinvestasi selanjutnya bagi 75% responden.

“Masa krisis telah mempercepat perubahan di dalam tatanan ekonomi di mana negara berkembang mendapatkan suatu kekuatan ekonomi yang belum pernah dialami sebelumnya. Sikap hati-hati dan kesiapan kami dalam menghadapi krisis membuat kami dalam kondisi yang lebih siap dibandingkan kawasan lain. Sekarang, keuntungan strategis Asia terdapat pada masyarakat dan sumber dayanya, serta kemampuan dalam menghadapi krisis,” ujar Jusuf Wibisana, Chairperson PricewaterhouseCoopers Indonesia.

Kesadaran terhadap pemulihan yang berkelanjutan direfleksikan dari meningkatnya harapan terhadap pinjaman bank yang akan berperan penting terhadap pertumbuhan keuangan. Sementara itu, pemanfaatan kas keuangan internal perusahaan (internally generated cash flow) tetap dijadikan metode pilihan.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika