JAKARTA (Bisnis.com): Ekspor Malaysia mulai bangkit pada Desember 2009 ke posisi tertinggi sejak 17 tahun terakhir di tengah pemulihan ekonomi global sehingga pemerintah menaikkan proyeksi perdagangan internasional pada tahun ini.
Data yang dirilis Menteri Perdagangan akhir pekan lalu menyebutkan transaksi perdagangan internasional naik 18,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi US$15,9 miliar (54,7 miliar ringgit) setelah turun 3,3% selama November.
Nilai tengah estimasi 14 ekonom berdasarkan survei Bloomberg News menyebutkan ekspor Desember naik 12,5%.
Selama 2009, ekspor Malaysia turun 16,6%, penurunan pertama sejak 8 tahun terakhir. Malaysia bergantung kepada pemulihan global dan ekspor dalam meningkatkan pertumbuhan.
Produk domestik bruto (PDB) negara itu turun selama 9 bulan sampai September 2009.
Pemerintah Malaysia mengatakan ekonomi kemungkinan tumbuh di atas 2% sampai 3% pada tahun ini dan ekonom memproyeksikan bank sentral akan menaikkan suku bunga dari rekor terendah paling lambat awal Maret.
“Ekspor akan membaik dan diekspektasikan membukukan pertumbuhan tahunan yang kuat pada beberapa bulan mendatang. Permintaan dari luar mulai meningkat, khususnya dari China, setelah ekonomi menguat,” ujar Matthew Circosta, ekonom Moody’s Economy.com di Sydney.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »