Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Kamis, 01/05/2008 14:30 WIB
Fed tegaskan tak ada kepentingan lanjutkan penurunan bunga
oleh : Djony Edward
NEW YORK: Pejabat Federal Reserve menegaskan setelah memangkas bunga acuan tujuh kali dan menyelamatkan kredit bank, tugas bank sentral selanjutnya adalah mendorong ekonomi dari resesi besar yang didorong krisis keuangan.
Federal Open Market Committee (FOMC), badan tertinggi di Federal Reserve, telah menurunkan bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 2%. Pada saat yang sama Fed memberi sinyal akan mengambil satu kebijakan yang substansial guna mengatasi resesi ekonomi.
Chairman Fed, Ben S. Bernanke, berjuang keras dengan kebijakan moneternya guna mengatasi inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak dunia. Bank sentral AS akan berupaya menenangkan pasar keuangan yang bergejolak, dengan cara memperlebar besaran lelang bank komersial.
"Tak ada kepentingan," kata David Resler, dari Nomura Securities International di New York, seperti dikutip Bloomberg. "Sangat jelas bahwa mereka percaya dengan kebijakannya dapat mengatasi resesi ekonomi yang dalam."
Sejam sebelum keputusan Fed, Departemen Perdagangan melaporkan bahwa produk domestik bruto naik 0,6% akhir kuartal pertama. Menandai bahwa meningkatnya cadangan guna menghadapi kontraksi ekonomi.
Di bulan Maret, Fed memulai mengguyur likuiditas ke perusahaan-perusahaan sekuritas di Wall Street dengan potongan bunga, saat ini pada level 2,25%, pada Saat membantu Bear Stearnts Cos. dari kebangkrutan akibat menyalurkan kredit perumahan sejak 1930. Fed juga mulai menawarkan US$200 miliar pinjaman dari surat berharga.
bisnis.com
Berita Lain
- Ekspor Singapura terdorong bahan kimia
- Ekonomi Jepang tumbuh 3,3%
- Ekonomi Jerman tumbuh 1,5%
- Pesanan mesin di Jepang anjlok Maret
- Kepercayaan atas ekonomi global membaik