Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Senin, 05/05/2008 11:23 WIB
UBS AG akan PHK 8.000 karyawan
oleh : Elsya Refianti
ZURICH (Bloomberg): UBS AG bakal memecat 8.000 karyawannya akibat writedown terbesar perbankan Eropa dan kerugian 12 miliar franc (US$11,4 miliar) di triwulan pertama.
Perbankan terbesar Swiss itu yang meraup laba 3 miliar franc pada tahun lalu akan memperjelas rencana PHK itu ketika melaporkan rinciannya besok.
Perusahaan itu diperkirakan akan memecat 2.500 karyawan dan 3.000 pekerja lainnya di bank investasinya, atau 10% lebih dari angkatan kerjanya di divisi itu, ungkap dua orang yang mengetahui hal itu pada 2 Mei lalu.
Writedown oleh bank yang berbasis di Zurich itu terjadi setelah krisis hipotek subprime AS membengkak menjadi US$38 miliar dalam tiga triwulan terakhir.
Chairman Marcel Ospel, yang mencopot separuh dari dewan eksekutifnya sejak kerugian dimulai pada 2007, mundur pada bulan lalu. UBS telah mem-PHK 1.500 karyawan pada tahun lalu.
UBS membukukan kerugian 51% dalam perdagangan Zurich selama 12 bulan yang berakhir 2 Mei, sehingga menjadikannya berkinerja kelima terburuk dalam the Bloomberg Europe Banks dan Financial Services Index yang memuat 59 saham.
Perusahaan itu mendapat persetujuan dari pemegang saham bulan lalu untuk meraup dana 15 miliar franc melalui penawaran saham setelah menerima 13 miliar franc dari para investor di Singapura dan Timur Tengah pada Maret.
Juru bicara perusahaan itu yang berbasis di New York, Doug Morris, menolak untuk memberi komentar.
Sejumlah perusahaan finansial terbesar di dunia telah mengumumkan writedown dan rugi kredit lebih dari US$319 miliar, di mana UBS berada di tempat kedua setelah Citigroup Inc yang berbasis di New York, yang telah membukukan writedown senilai US$41 miliar.
Perbankan dan perusahaan sekuritas telah memangkas jumlah karyawan sekitar 48.000 dalam 10 bulan terakhir, termasuk 15.200 posisi di Citigroup dan 5.220 pada Merrill Lynch & Co.
Credit Suisse Group, bank terbesar kedua di Switzerland, dan Deutsche Bank AG, terbesar di Jerman, telah melaporkan rugi tiga bulanan untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada triwulan yang berakhir Maret lalu.
Credit Suisse mencatatkan rugi 2,15 miliar franc setelah writedown 5,3 miliar franc, sementara Deutsche Bank rugi 131 juta euro (US$204 juta) setelah writedown 2,7 miliar euro.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Ekspor Singapura terdorong bahan kimia
- Ekonomi Jepang tumbuh 3,3%
- Ekonomi Jerman tumbuh 1,5%
- Pesanan mesin di Jepang anjlok Maret
- Kepercayaan atas ekonomi global membaik