Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Senin, 05/05/2008 17:02 WIB
Asia setuju kumpulkan cadangan devisa
oleh : Dewi Astuti
MADRID (Bloomberg): Menteri keuangan dari 13 negara di Asia sepakat mengumpulkan cadangan devisa sedikitnya US$80 miliar yang dapat dipakai oleh negara-negara di kawasan ini bila terjadi kondisi darurat dalam nilai tukarnya.
Cadangan devisa itu dikumpulkan dalam suatu wadah dan dibentuk untuk menjamin agar bank-bank sentral di kawasan itu memiliki dana cukup untuk melindungi nilai tukar dari serangan spekulan seperti yang pernah terjadi pada krisis keuangan Asia satu dekade lalu.
Ketigabelas menteri yang menyepakati pembentukan wadah cadangan devisa itu berasal dari Jepang, China, Korsel, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
"Sebagian besar atau 80% dari cadangan devisa tersebut berasal dari Jepang, China dan Korea Selatan, sedangkan sisanya berasal dari sepuluh negara Asia lainnya," kata pernyataan resmi 13 menteri negara Asia dalam pertemuan tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB) di Madrid.
Berdasarkan kesepakatan, semua 13 negara itu akan memberi kontribusi cadangan devisa ke wadah yang akan dibentuk, dan pada saat bersamaa tetap mengelola cadangan devisanya. Namun besaran kontribusi tiap negara belum disepakati. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Defisit perdagangan Australia melebar pada Mei
- Cadangan devisa Korsel berlanjut naik
- Pabrikan China terus berekspansi
- Pengangguran di Jerman turun jadi 8,1%
- Kepercayaan konsumen Inggris tertinggi 14 bulan