Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 06/05/2008 11:57 WIB
Inflasi Filipina tertinggi dalam 3 tahun
oleh : Elsya Refianti
MANILA (Bloomberg): Inflasi Filipina pada April terakselerasi ke tingkat tertinggi dalam tiga tahun karena harga minyak dan beras yang mencapai rekor, sehingga menambah tekanan terhadap bank sentral agar meningkatkan biaya pinjaman tahun ini.
Indeks harga konsumen naik 8,3% dibandingkan setahun lalu, ungkap kantor statistik di Manila hari ini. Angka itu dibandingkan dengan rerata estimasi 7% dari 11 ekonom yang disurvei Bloomberg News, dan merupakan kenaikan terbesar sejak Mei 2005.
Tingkat suku bunga yang berada di posisi terendah 16 tahun dan tumbuh tercepat dalam 30 tahun telah memacu permintaan sehingga mengangkat harga-harga.
Para pembuat kebijakan Bangko Sentral ng Pilipinas yang mempertahankan tingkat suku bunga tetap di level 5% pada 24 April lalu, kemungkinan akan menaikkan biaya pinjamannya pada pertemuan 5 Juni mendatang, kata HSBC Holdings Plc. Bank sentral tersebut belum pernah menaikan tingkat suku bunga patokan sejak Oktober 2005.
Harga pangan, minuman dan tembakau di Filipina telah melonjak 11,4% bulan lalu setelah naik 8,2% pada Maret. Inflasi bahan bakar, listrik dan air terakselerasi menjadi 8% dari 6,2%. Biaya jasa melonjak jadi 6,9% dari 6,4%. Harga pangan mengontribusi separuh dari indeks harga.
Target kenaikan inflasi dari 3% menjadi 5% tahun ini yang dipatok bank sentral negara itu terancam tidak dapat dicapai akibat kenaikan harga energi dan komoditas.
Harga eceran beras lokal, bahan makanan pokok utuama Filipina, telah melonjak hampir 19% pada April dan 35% dibandingkan setahun lalu, ungkap data Biro Statistik Pertanian. Harga daging, unggas, ikan, dan sayuran juga mengalami kenaikan.
Harga solar dan bensin naik 1 peso (2 sen) per liter pada 3 Mei, yang merupakan kenaikan kesembilan pada tahun ini. Manila Electric Co, peritel listrik terbesar Filipina, membebankan kenaikan sejumlah biaya itu kepada konsumen pada bulan lalu.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Ekspor Singapura terdorong bahan kimia
- Ekonomi Jepang tumbuh 3,3%
- Ekonomi Jerman tumbuh 1,5%
- Pesanan mesin di Jepang anjlok Maret
- Kepercayaan atas ekonomi global membaik