Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 09/05/2008 15:13 WIB
China pertahankan pengetatan moneter
oleh : Taufik Wisastra
BEIJING (Bloomberg): China akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk menekan kenaikan harga dan mencegah ekonomi memanas, kata Wakil PM Vice Wang Qishan.
"Ekonomi China masih menghadapi tantangan tahun ini termasuk tingginya inflasi, pertumbuhan investasi yang belum turun ke level normal dan perlambatan ekonomi global," ujar Wang dalam Forum Finansial Lujiazui di Shanghai hari ini.
Pemerintah ingin meredam inflasi yang mencapai tingkat tertinggi dalam 11 tahun serta mencegah penurunan ekspor yang dapat memicu pelemahan ekonomi. China mencatat pertumbuhan ekonomi 10,6% pada tiga bulan pertama 2008 dibandingkan setahun sebelumnya.
Menurut dia, negaranya telah melakukan kemajuan yang konkret dalam reformasi tingkat kurs dan perlu membuka pasar keuangan secara bertahap.
"Menjaga stabilitas keuangan dan mencegah risiko akan menjadi salah satu prioritas kami. Krisis subprime, globalisasi pasar finansial dan inovasi produk keuangan berpengaruh terhadap dunia termasuk China," tambah Wang. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Ekspor Singapura terdorong bahan kimia
- Ekonomi Jepang tumbuh 3,3%
- Ekonomi Jerman tumbuh 1,5%
- Pesanan mesin di Jepang anjlok Maret
- Kepercayaan atas ekonomi global membaik