Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 12/05/2008 10:06 WIB

Inflasi di China bulan lalu naik 8,5%

oleh : Taufik Wisastra


BEIJING (Bloomberg): Inflasi di China mendekati tingkat tertinggi dalam 11 tahun yang menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menekan harga tanpa memicu pelemahan ekonomi.

Indeks harga konsumen meningkat 8,5% pada April dibandingakan dengan setahun sebelumnya, setelah naik 8,3% pada Maret, menurut Biro Statistik Nasional. Sedangkan 22 analis dalam survei Bloomberg News rata-rata memprediksi kenaikan inflasi 8,2%.

Harga pangan yang melonjak mendorong kenaikan inflasi di negeri itu tahun ini, sementara kenaikan harga energi dan ongkos buruh menambah tekanan terhadap harga untuk terus meningkat. Pertumbuhan ekspor melemah pada April seiring dengan pelemahan ekonomi di seluruh dunia, ungkap data Kementerian Perdagangan.

"Tekanan harga akan terus menguat. Kenaikan inflasi membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih sulit, sementara penurunan pertumbuhan mengancam lapangan pekerjaan," ujar Isaac Meng, ekonom senior pada BNP Paribas SA di Beijing. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
  • Malaysia diperkirakan pangkas pendapatan pajak
  • Laba bersih Esprit naik 25%
  • Thailand kembali naikkan bunga acuan

Komentar

Beri Komentar