Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 13/05/2008 11:21 WIB
Indeks harga produsen di Inggris naik 7,5%
oleh : Taufik Wisastra
LONDON (Bloomberg): Indeks harga produsen di Inggris pada April mencapai level tertinggi sejak 1986 karena melonjaknya harga bahan baku.
Harga yang dikenakan pabrikan meningkat 7,5% dari setahun sebelumnya, tertinggi sejak rekor dimulai dua dasawarsa lalu, ungkap Office for National Statistics. Para ekonom memprediksi 6,4%. Pada bulan itu, harga meningkat 1,4%, yang juga rekor tercepat. Harga obligasi menurun dan nilai tukar pound melonjak setelah keluar laporan itu.
Gubernur Bank of England Mervyn King menyebutkan bulan lalu bahwa kenaikan harga komoditas akan mendorong inflasi ke batas yang ditentukan pemerintah 3%. Keadaan ini menggambarkan para pembuat kebijakan menghadapi kesulitan dalam melakukan penyeimbangan di tengah pertumbuhan ekonomi yang melemah.
Bank itu mempertahankan tingkat suku bunga 5% pada 8 Mei setelah tiga kali pemangkasan sejak Desember. "Sulit bagi Monetary Policy Committee [MPC] Bank of England untuk mengurangi suku bunga dalam jangka pendek," ujar Neil Mackinnon, chief economist pada ECU Group Plc yang juga mantan pejabat Depkeu Inggris. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Inflasi Jerman tertinggi 26 tahun
- Qantas Airways akan PHK 1.500 karyawan
- PDB China terlemah sejak 2005
- Kepercayaan atas ekonomi global makin turun
- Kepercayaan investor Jerman diduga anjlok Juli