Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Rabu, 14/05/2008 15:25 WIB

Produksi industri di China naik 15,7%

oleh : Taufik Wisastra

BEIJING (Bloomberg): Produksi industri di China pada April naik tidak terlalu kuat seiring melemahnya pertumbuhan ekspor karena menurunnya permintaan dari Amerika Serikat.

Produksi meningkat 15,7% dari setahun sebelumnya, sedangkan pada Maret naik 17,8%, menurut Biro Statistik hari ini. Angka pada bulan lalu itu lebih rendah dari rata-rata prediksi 27 ekonom sebesar 17,5% dalam survei Bloomberg News.

Penurunan itu tidak mungkin meredam kekhawatiran pemerintah bahwa ekonomi berisiko overheating. China pekan ini memerintahkan bank untuk menyisihkan deposito mereka sebagai cadagangan setelah inflasi melonjak ke level tertinggi dalam 11 tahun.

"Penurunan pertumbuhan produksi tidak mengubah kebijakan pengetatan moneter yang diambil pemerintah. Inflasi merupakan masalah terbesar," ujar Shuji Tonouchi, ekonom senior pada UFJ Securities Co di Tokyo. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar