Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 15/05/2008 10:34 WIB

Pesanan mesin di Jepang anjlok Maret

oleh : Elsya Refianti

TOKYO (Bloomberg): Pemesanan mesin di Jepang anjlok lebih dari perkiraan para ekonom pada Maret akibat pelambatan global dan penurunan laba membuat perusahaan mengurangi investasi pada pabrik dan peralatan.

Pesanan peralatan, yang mengindikasikan pembelanjaan modal dalam tiga hingga enam bulan ke depan, turun 8,3% dibandingkan Februari yang anjlok 12,3% dari bulan sebelumnya, ungkap Cabinet Office hari ini di Tokyo. Rerata estimasi 33 ekonom memperkirakan penurunan 5,1%.

Survei sejumlah perusahaan pada laporan hari ini memperkirakan pesanan pada triwulan kedua akan anjlok 10,3%. Toyota Motor Corp pada pekan lalu mengatakan akan mengurangi belanja untuk pabrik dan peralatan karena turunnya penjualan di AS, kenaikan harga komoditas dan penguatan yen menggerogoti pendapatannya.

Goldman Sachs Group Inc mengatakan laba tahunan perusahaan Jepang akan turun untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.

Survei bank sentral Tankan atas kepercayaan bisnis pada bulan lalu menunjukkan Toyota tidak sendirian dalam memangkas belanja. Sejumlah perusahaan besar mengatakan berencana untuk memangkas investasi sebesar 1,6% pada tahun fiskal sekarang, proyeksi terburuk sejak ekonomi bangkit dari resesi 2002.

Para analis memprediksikan penurunan 1% dalam belanja bisnis triwulan lalu merupakan alasan utama mengapa ekspansi Jepang melambat dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret. Laporan Produk Domestik Bruto, yang akan dirilis besok pkl. 8:50 di Tokyo, diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan melambat menjadi 2,5% dari 3,5% pada triwulan keempat, ungkap para ekonom yang disurvei.

Penurunan pesanan mesin itu menyusul lonjakan 17,3% pada Januari dan kenaikan 2,2% pada triwulan lalu.

Sekitar 60% dari pelaku usaha di Jepang mengatakan alasan utama investasi modal pada tahun yang berakhir 31 Maret adalah untuk meremajakan peralatan, ungkap hasil survei pemerintah terhadap 10.000 lebih perusahaan yang dirilis Maret lalu.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Korsel cabut larangan impor daging sapi AS
  • The Fed pertahankan acuan suku bunga 2%
  • Ekspor Jepang naik dua kali lipat
  • Minyak diduga ganjal optimisme bisnis Jerman

Komentar

Beri Komentar