Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 23/06/2008 13:55 WIB

Minyak diduga ganjal optimisme bisnis Jerman

oleh : Elsya Refianti

FRANKFURT (Bloomberg): Kepercayaan bisnis Jerman kemungkinan tertekan pada Juni karena harga minyak yang mencapai rekor dan prospek kenaikan suku bunga meredupkan perkiraan pertumbuhan ekonomi negara itu, ungkap survei ekonom.

Institut Ifo akan mengatakan indeks bisnisnya turun menjadi 102,5 dari 103,5 pada Mei, demikian menurut rerata dari 42 perkiraan dalam survei Bloomberg News. Ifo akan merilis laporan itu berdasarkan survei terhadap 7.000 eksekutif pada pkl. 10 di Munich, hari ini.

European Central Bank (ECB) telah mengatakan bakal menaikkan biaya pinjaman bulan depan untuk meredam inflasi akibat lonjakan harga energi dan pangan. Kenaikan harga-harga tersebut menggerogoti daya beli sebagaimana halnya penguatan euro memukul ekspor.

Kementerian Keuangan Jerman mengatakan pada 20 Juni lalu bahwa pertumbuhan akan melambat 'secara jelas' pada triwulan kedua setelah ekonomi mengalami ekspansi tercepat dalam 12 tahun di triwulan sebelumnya.

Volkswagen AG, produsen mobil terbesar Eropa, mengatakan penjualan mobil merek VW pada bulan lalu turun karena kenaikan harga bahan bakar. Air Berlin Plc, maskapai bertarif murah terbesar ketiga Eropa, pekan lalu mengatakan akan mengurangi penerbangannya dan meniadakan rute ke Beijing dan Shanghai.

Inflasi di 15 negara pengguna mata uang euro mengalami akselerasi ke tertinggi 16 tahun di 3,7% pada bulan lalu. Di Jerman, yang mengontribusi sekitar sepertiga dari ekonomi wilayah itu, kenaikan harga tahunannya mencapai 3,1%. ECB bermaksud menjaga tingkat inflasi di bawah 2%.

"Kenaikan tingkat inflasi akan menahan pertumbuhan global, menekan permintaan lebih lanjut terhadap ekspor Jerman," kata Stefan Bielmeier, ekonom di Deutsche Bank AG di Frankfurt.

Apresiasi euro terhadap dolar dan pound telah membuat ekspor menjadi kurang kompetitif di luar wilayah pengguna mata uang tunggal itu. Permintaan pabrikan Jerman dan produksi industrinya turun April lalu.

Namun demikian, Jerman menikmati ledakan ekspor selama dua tahun terakhir, yang mendorong perusahaan untuk menaikkan investasinya. Hal itu berlanjut pada triwulan pertama, yang memotori ekspansi ekonomi 1,5% dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.

Bundesbank memperkirakan ekonomi akan mengalami ekspansi sekitar 2,25% tahun ini dan 1,5% tahun depan setelah tumbuh 2,5% pada 2007.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar