Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 26/06/2008 10:51 WIB

The Fed pertahankan acuan suku bunga 2%

oleh : Dewi Astuti

WASHINGTON (Bloomberg): Bank sentral AS Federal Reserve mempertahankan acuan suku bunga pada level 2% dan memperingatkan bahwa inflasi yang lebih tinggi masih akan mengikuti penguatan ekonomi.

"Walaupun masih ada risiko buruk terhadap pertumbuhan ekonomi, kadarnya agak berkurang dan ekpektasi inflasi telah meningkat," tulis pernyataan resmi Federal Open Market Committee di Washington hari ini.

Chairperson the Fed Ben S. Bernarke dan koleganya mengakhiri kebijakan moneter yang paling longgar dalam dua dekade dan memperbaiki prediksinya serta melaporkan sejumlah perbaikan dalam daya beli warga AS.

Setelah keputusan the Fed itu, bursa saham menguat dan mendorong Standard & Poor's 500 Stock Index naik 0,6% menjadi 1.321,97. Imbal hasil surat utang berjangka 10 tahun naik sekitar 1 basis poin menjadi 4,09%. Nilai tukar dolar AS melemah terhadap euro.

"Kami memperkirakan laju inflasi akan menjadi moderat tahun ini dan tahun depan. Tetapi, menyusul masih berlanjutnya lonjakan harga komoditas energi dan lainnya disertai indikasi laju inflasi yang meningkat, ketidakpastian mengenai perkiraan inflasi tetap tinggi," kata the Fed. (er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Inflasi tertinggi bayangi Korsel
  • Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
  • Malaysia diperkirakan pangkas pendapatan pajak
  • Laba bersih Esprit naik 25%

Komentar

Beri Komentar