Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 15/07/2008 09:12 WIB
Kepercayaan investor Jerman diduga anjlok Juli
oleh : Elsya Refianti
FRANKFURT (Bloomberg): Kepercayaan investor Jerman kemungkinan anjlok ke level terendah dalam hampir 16 tahun pada Juli karena percepatan inflasi dan kenaikan suku bunga meredupkan perkiraan pertumbuhan di negara ekonomi terbesar Eropa itu, ungkap satu survei terhadap para ekonom.
ZEW Center for European Economic Research akan mengatakan indeks harapan para investor dan analis melemah menjadi minus 55 daari minus 52,4 pada Juni, demikian ungkap rerata 37 perkiraan dalam satu survei Bloomberg News. Angka tersebut akan menjadi yang terendah sejak Desember 1992. ZEW akan menerbitkan laporannya pada pkl. 11 di Mannheim hari ini.
Harga minyak dan pangan yang mencapai rekor mendorong European Central Bank menaikkan suku bunga kunci sebesar seperempat poin menjadi 4,25% bulan ini, sehingga memeras lebih lanjut daya beli. Menguatnya euro mengakibatkan ekspor melemah dan mendalamnya keterpurukan perumahan AS berdampak kepada kepercayaan di seluruh dunia, indeks saham patokan DAX Jerman anjlok 7% pada bulan terakhir dan 23% tahun ini.
"Meningkatnya inflasi, anjloknya pasar ekuitas dan kenaikan suku bunga ECB semuanya membebani sentimen," kata Juergen Michels, ekonom di Citigroup Inc di London. "Freddie Mac dan Fannie Mae kemungkinan bakal menambah parah kecenderungan ini."
Ekonomi Jerman kemungkinan anjlok dalam tiga bulan hingga Juni, kata Deputi Menteri Ekonomi Walther Otremba pada bulan lalu.
Pertumbuhan ekonomi kemungkinan melambat menjadi 1% pada 2009 dari 2,4% tahun ini, kata institut Ifo yang berbasis Munich pada 24 Juni, sehari setelah melaporkan indeks kepercayaan bisnisnya anjlok ke terendah dua tahun.
"Lesunya aktifitas ekonomi dunia akan menekan penjualan ekspor dan menguatnya euro merupakan faktor tambahan yang membatasi," kata Ifo.
Mata uang tunggal Eropa telah menguat 15% terhadap dolar AS pada tahun lalu, sementara kolapsnya pasar hipotek subprime AS telah mengguncang pasar keuangan dan berdampak kepada perkiraan pertumbuhan global.
Perusahaan keuangan terbesar dunia telah membukukan rugi kredit lebih dari US$400 miliar sejak awal tahun lalu.
Para pembuat kebijakan ECB mengatakan fundamental ekonomi Eropa masih kuat dan mereka lebih khawatir terhadap inflasi, yang terakselerasi menjadi 4% bulan lalu, tertinggi dalam 16 tahun lebih.
Harga minyak mentah telah naik hampir dua kali lipat pada tahun lalu dan mencapai rekor US$147,27 per barel pekan lalu. Harga jagung telah naik hampir tiga kali lipat sejak awal 2006 dan gandum melonjak 80% lebih, kata ECB dalam laporan bulanannya Juni lalu.
Meredupnya perkiraan pertumbuhan bakal mencegah bank sentral dari menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kontrak forward Eonia menunjukkan para investor menurunkan taruhannya tentang kenaikan suku bunga. Kontrak Maret berada di 4,38% kemarin, turun dari 4,74% sebulan lalu.
Namun demikian, produk domestik bruto yang memberikan kontribusi sekitar sepertiga dari ekonomi wilayah mata uang euro, mengalami kenaikan 1,5% pada triwulan pertama dibandingkan tiga bulan sebelumnya karena perusahaan menambah belanja mesin dan konstruksi.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan 'lebih tenang' pada triwulan kedua dan ketiga sebelum menguat lagi di akhir tahun ini, kata Bundesbank Jerman bulan lalu.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Malaysia akan catat defisit terbesar
- Pertumbuhan laba L'Oreal melambat
- Depresiasi won berlanjut akibat defisit neraca
- Inflasi tertinggi bayangi Korsel
- Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali