Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 17/07/2008 07:02 WIB

Kepercayaan atas ekonomi global makin turun

oleh : M. Yunan Hilmi

PARIS (Bloomberg): Kepercayaan terhadap perekonomian global menurun selama bulan ini di sepanjang Asia sampai AS menyusul lonjakan harga minyak sampai ke level tertinggi dan ketergantungan terhadap krisis finansial.

Indeks Bloomberg Professional Global Confidence turun menjadi 10,3 dari 21 pada Juni terkait dengan melemahnya perekonomian di AS, Jerman, Jepang, Prancis, dan Inggris. Indeks itu merupakan yang terendah sejak survei dimulai pada November. Sementara di kawasan Asia sedikit optimistis. "Kepercayaan yang menurun itu mulai terjadi ketika harga minyak benar-benar berdampak pada perekoniam. Kami semakin lebih pesimistis terhadap perekonomian global," kata Nick Kounis, ekonom Fortis Bank NV, Amsterdam yang berpartisipasi dalam survei ini.

Harga minyak naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang mencapai rekor di atas US$147 per barel pekan lalu. Kenaikan itu menghantam sektor konsumer dan perusahaan serta mendongkrak inflasi yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Resesi AS di sektor perumahan menggerus kepercayaan lembaga finansial seperti Fannie Mae and Freddie Mac. Alhasil, sentimen bursa global pun masuk ke area bearish.

Survei ini dilakukan antara 7 Juli sampai 11 Juli dengan responden sekitar 5.450 pengguna Bloomberg dari Tokyo sampai New York. Indeks kepercayaan Asia terhadap perekonomian dunia turun menjadi 7 dari 19,4. Para responden di Jepang menilai perekonomian negara mereka lebih memburuk dibandingkan dengan bulan lalu. Mereka memperkirakan bursa nasional anjlok selama paruh kedua tahun ini.

Partisipan di AS memprediksikan dolar AS berlanjut melemah sampai di bawah US$1,60 per euro. Sementara itu, peserta survei dari Spanyol termasuk yang paling pesimistis terhadap perekonomian negara mereka. Hanya responden di Brasil yang mengekspresikan optimisme.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
  • Malaysia diperkirakan pangkas pendapatan pajak
  • Laba bersih Esprit naik 25%
  • Thailand kembali naikkan bunga acuan

Komentar

Beri Komentar