Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Kamis, 17/07/2008 11:44 WIB
PDB China terlemah sejak 2005
oleh : Berliana Elisabeth S.
BEIJING(Bloomberg): Pertumbuhan ekonomi China terlambat sejak 2005 pada kuartal kedua tahun ini dipicu tekanan laju inflasi dan penguatan yuan terhadap dolar AS.
Biro Statistik Beijing menyatakan produk domestik bruto (gross domestic product) pada kuartal kedua 2008 hanya bertumbuh 10,1% dari posisi tahun lalu. Angka ini lebih kecil dibandingkan posisi kuartal pertama 10,6%. Harga konsumen juga naik 7,1% per Juni, atau melambat dari 7,7% per Mei.
Pemerintah China mengalami tekanan untuk mengalihkan kebijakan dari meredam laju inflasi hingga melindungi eksportir dengan memperlambat penguatan yuan setelah terapresiasi 7,1% terhadap dolar AS tahun ini.
"Perlambatan ekonomi tidak akan membiarkan inflasi merajalela, inilah yang menjadi pusat perhatian pemerintah China. Kami juga melihat yuan tidak akan melanjutkan penguatannya seperti beberapa waktu terakhir," kata Glenn Maguire, Chief Asia Pacific Economist pada Societe Generale di Hong Kong.
Yuan diperdagangkan pada posisi 6,82 per dolar AS pukul 10.42 a.m waktu Shanghai dari 6,8113 kemarin.
Pertumbuhan ekonomi China rata-rata 9,9% per tahun sejak pimpinan Deng Xiaoping yang membuka pasar negerinya menjadi negara pasar bebas sejak 1978.
Masalah-masalah ekonomi yang harus dihadapi China, menurut Biro Statistik, yakni ketidakpastian termasuk kenaikan harga, kekurangan produksi hasil pertanian, selisih pendapatan antara pusat dan daerah, serta gejolak pasar keuangan global.
Pertumbuhan ekonomi China sebenarnya menjadi yang tercepat diantara 20 negara ekonomi terbesar dan ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini ketika sektor perumahan AS tumbang dan gejolak pasar kredit sehingga membuat ekonomi AS menuju resesi.
bisnis.com
Berita Lain
- Pertumbuhan laba L'Oreal melambat
- Depresiasi won berlanjut akibat defisit neraca
- Inflasi tertinggi bayangi Korsel
- Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
- Malaysia diperkirakan pangkas pendapatan pajak