Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Jumat, 18/07/2008 14:49 WIB

Inflasi Jerman tertinggi 26 tahun

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA(bisnis.com): Laju inflasi harga produsen di Jerman melonjak hingga level tertinggi dalam 26 tahun pada periode Juni dipicu meroketnya harga minyak dan energi yang menjadi komponen biaya terbesar.

Federal Statistic Office seperti dikutip AP melaporkan inflasi harga produsen menanjak 6,7% dibandingkan inflasi periode Mei 6%. Ini merupakan inflasi tertinggi sejak Maret 1982 ketika pada saat rata-rata setahun 7,2%.

Harga produsen ditujukan bagi produk sektor industri, artinya harga untuk memproses produk, sehingga ketika harganya naik, tentu turut mendongkrak harga konsumen.

Komponen biaya terbesar bagi sektor industri di Jerman yakni minyak yang harganya melonjak 28% tahun ini, dan bahan energi lainnya yang juga menanjak 17,9%.

Inflasi di Jerman periode Juni juga mencapai level tertinggi 12 tahun yakni 3,4%, dan harga konsumen di Eropa meningkat 4%, tertinggi sejak 1992.

Tingginya laju inflasi ini merupakan tantangan terberat bagi European Central Bank (ECB) untuk tetap mempertahankan suku bunga di tengah kelesuan ekonomi. Bank sentral Eropa ini sudah menaikkan suku bunga bulan ini sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% untuk meredam laju inflasi.

Harga minyak sendiri sudah melonjak 70% pada tahun ini dan mencapai rekor tertinggi US$147,50 per barel pada 11 Juli.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
  • Malaysia diperkirakan pangkas pendapatan pajak
  • Laba bersih Esprit naik 25%
  • Thailand kembali naikkan bunga acuan

Komentar

Beri Komentar