Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Rabu, 13/08/2008 08:34 WIB

Inflasi Pakistan tertinggi 30 tahun

oleh : M. Yunan Hilmi

KARACHI (Bloomberg): Inflasi Pakistan melaju ke posisi tertinggi dalam 30 tahun pada Juli setelah bulan lalu bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.

Federal Bureau of Statistics di ISlamabad mengumumkan harga-harga konsumen melonjak 24,33% dari tahun sebelumnya, naik dari posisi Juni 21,53%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan 23,5%.

"Naiknya harga minyak di pasar domestik menyulut inflasi. Tren kenaikan bakal berlanjut dan tingkat inflasi bisa mencapai 24% Agustus," ujat Farhan Rizvi, econom JS Global Capital Ltd, Karachi.

Bank sentral di Asia ramai-ramai menaikkan suku bunga akibat lonjakan harga makanan dan bahan bakar di tengah melambatnya ekonomi AS yang menggerus ekspor. Tingginya suku bunga pinjaman di Pakistan bisa melemahkan pertumbuhan ekonomi yang tahun lalu hanya 5,8%, terendah sejak 2003.

State Bank of Pakistan menaikkan tingkat bunga acuan menjadi 13% pada 29 Juli, ketiga kalinya dalam 2008. Gubernur Shamshad Akhtar mengatakan tekanan inflasi lebih terasa dibandingkan dengan sebelumnya. Pakistan menaikkan harga bensin dan solar sekitar 15% pada 21 Juli.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BT Group rumahkan 6% pekerja
  • Morgan Stanley kurangi 10% staf
  • AS krisis terpanjang dalam tiga dekade
  • ING Groep NV rugi 1,51 miliar euro

Komentar

Beri Komentar