Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Rabu, 13/08/2008 14:15 WIB
Ekonomi Jepang kontraksi 2,4%
oleh : Taufik Wisastra
TOKYO (Bloomberg): Ekonomi Jepang melemah 2,4% pada kuartal II yang menjadikan negara itu terancam resesi pertama dalam enam tahun terakhir.
Produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi daalam periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni setelah naik 3,2% pada kuartal I, ungkap kantor Kabinet hari ini di Tokyo.
Ekspor merosot ke titik terendah sejak resesi 2001-2002. Keadaan ini merusak mesin penggerak ekonomi Jepang yang sudah mencatat ekspansi terpanjang sejak pascaperang, sementara lonjakan harga minyak dan pangan menghambat belanja di dalam negeri. Japan Airlines Corp menyebutkan pihaknya akan mengurangi gaji untuk mengatasi kenaikan biaya.
"Ekonomi akan berada pada level rendah tahun ini karena melemahnya permintaan, meski ada order dari Eropa dan Asia. Ekonomi Jepang memburuk," ujar Hiromichi Shirakawa, chief economist pada Credit Suisse Group di Tokyo.
Indeks Nikkei menurun 2,2% pada penutupan sesi pagi di Tokyo. Nilai tukar yen naik menjadi 108,53 per dolar AS dari 109,33 sebelum keluarnya laporan itu. Data itu memicu kekhawatiran investor tentang melambatnya ekonomi global yang dapat mendorong mereka untuk menguranggi kepemilikan aset di luar negeri.
Pemerintah Jepang pekan lalu menggambarkan melemahnya perekonomian. Bahasa ini tidak pernah dipakai sejak 2001. Terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi dalam satu dasawarsa menciptakan dilema bagi Bank of Japan untuk mempertahankan tingkat suku bunga. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps