Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 14/08/2008 08:43 WIB

Ekonomi global mulai membaik

oleh : Berliana Elisabeth S.

WASHINGTON (Bloomberg): Tingkat kenyamanan (confidence) ekonomi global naik dari level terendah 10 bulan pada Agustus setelah harga minyak mentah turun.

Dari hasil survei Bloomberg di lima benua menunjukkan Bloomberg Professional Global Confidence Index naik menjadi 14,1 pada Agustus dari 10,3 pada Juli, terendah sejak survei dilakukan, November 2007. Kenaikan terbesar disumbang responden di Amerikan sebesar 5,5% menjadi 18,2 ketika Eropa Barat juga naik 3,4% menjadi 12,9. Angka dibawah 50 merupakan sentimen negatif.

Penurunan harga minyak mentah sebesar US$30 dalam sebulan terakhir menurunkan tekanan terhadap Federal Reserve, bank sentral AS, untuk menaikkan kembali suku bunganya dan menyediakan konsumen uang tunai yang lebih banyak.

Namun prospek ini masih belum memuaskan karena pertumbuhan ekonomi Inggris dan regional euro masih belum memuaskan, ketika ekonomi Jepang juga mulai melambat.

"Ketika harga minyak mereda, orang-orang melihat ada perbaikan yang signifikan untuk prospek ekonomi global dan ini merupakan sentimen positif untuk confidence konsumen," kata Prakriti Sofat, ekonom HSBC Holdings Plc di Singapura, yang juga terlibat dalam survei.

Dia menambahkan faktor eksternal belum ada yang dapat mengakibatkan masalah pertumbuhan ekonomi global yang akan menekan ekspor dari Asia.

Confidence pada ekonomi global lebih rendah di Asia daripada di Eropa dan Amerika Utara, dengan indeks yang tidak berubah pada level 8. Survei yang dilakukan sejak 4 dan 8 Agustus mengumpulkan responden sebanyak 3.000 pengguna Bloomberg di seluruh dunia.

Survei termasuk pertanyaan tentang prospek ekonomi masing-masing partisipan dan regionalnya, khususnya tentang surat utang, mata uang, saham dan suku bunga dalam enam pekan ke depan.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar